Penyakit Kronis Sering Tak Bergejala, Ketahui Tanda yang Perlu Diwaspadai
Sebagian besar penyakit kronis berkembang perlahan tanpa gejala jelas. Deteksi dini melalui pemeriksaan rutin penting untuk kendalikan penyakit.
Pemeriksaan laboratorium berkala seperti gula darah puasa dan HbA1c untuk mendeteksi risiko diabetes, profil lipid untuk memeriksa kolesterol, serta pemeriksaan fungsi ginjal, fungsi hati, asam urat, dan hormon sesuai indikasi medis.
Selain itu, pemantauan tekanan darah, indeks massa tubuh (IMT), serta lingkar perut juga menjadi indikator penting dalam menilai risiko sindrom metabolik.
Pemeriksaan jantung seperti elektrokardiogram (EKG), treadmill test, hingga echocardiography dilakukan sesuai kebutuhan medis untuk menilai kondisi kardiovaskular.
Tak kalah penting, evaluasi gaya hidup pasien juga menjadi bagian dari pemeriksaan, termasuk pola makan, aktivitas fisik, kualitas tidur, dan tingkat stres.
Penyakit kronis yang tidak terkontrol dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius, seperti stroke, serangan jantung, gagal ginjal, kerusakan saraf (neuropati), gangguan penglihatan, hingga luka yang sulit sembuh.
dr. Timoteus menegaskan bahwa tujuan utama penanganan bukan sekadar menurunkan angka hasil laboratorium, melainkan menjaga kualitas hidup pasien secara menyeluruh.
“Tujuan utama kami bukan hanya menurunkan angka di hasil laboratorium, tetapi menjaga kualitas hidup pasien tetap optimal. Dengan monitoring rutin dan kepatuhan terhadap terapi, komplikasi dapat dicegah,” katanya.
Upaya pencegahan tersebut diperkuat dengan pengobatan yang tepat, kontrol rutin, serta perubahan gaya hidup seperti pola makan seimbang, olahraga teratur, berhenti merokok, dan manajemen stres.
(Tribunnews.com/ Eko Sutriyanto)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-medical-checkup.jpg)