Selasa, 5 Mei 2026

Dokter: Efek Campak Bisa Muncul ke Otak Bertahun-tahun Kemudian

Dokter mengingatkan campak tak selalu ringan, karena efeknya bisa menyerang otak bahkan bertahun-tahun setelah terinfeksi.

Tayang:
Tribunnews.com/Ilustrasi/Kemenkes
CAMPAK PADA ANAK — Seorang anak menunjukkan gejala ruam campak saat menjalani pemeriksaan kesehatan. Dokter mengingatkan infeksi campak tidak selalu ringan karena dalam kondisi tertentu dapat berdampak hingga ke otak, bahkan bertahun-tahun kemudian. 
Ringkasan Berita:
  • Dokter ungkap campak bisa berdampak ke otak bertahun-tahun kemudian
  • Komplikasi seperti radang otak tidak bisa diprediksi sejak awal
  • Dampak dipengaruhi imunitas tubuh dan faktor kesehatan lain

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Dokter spesialis penyakit dalam mengingatkan bahwa infeksi campak tidak selalu berhenti pada gejala ruam, karena dalam kondisi tertentu efeknya dapat muncul kembali dan berdampak pada otak, bahkan bertahun-tahun kemudian.

Peringatan ini disampaikan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Eka Hospital MT Haryono, dr. Erpryta Nurdia Tetrasiwi, Sp.PD, dalam media briefing di Jakarta Timur, Senin (4/6/2026).

Penjelasan tersebut disampaikan dalam forum diskusi kesehatan yang dihadiri sejumlah media.

Menurutnya, virus campak dapat memengaruhi sistem imun secara menyeluruh, terutama ketika daya tahan tubuh sedang menurun.

“Pokoknya sel imun kita itu kena ketika imunitas kurang bagus, dia akan ngenain semua. Jadi semuanya kayak ke shutdown gitu loh,” jelasnya.

 
Imunitas Melemah

Ia menjelaskan, saat sistem imun melemah, tubuh menjadi lebih rentan terhadap berbagai komplikasi, termasuk pada organ vital.

“Ketika kita lebih rentan ke paru, terus ada bakteri sesuatu, ya kenanya di sini. Tunggu pasien masing-masing,” ujarnya.

Hal ini membuat dampak campak dapat berbeda pada setiap individu, bergantung pada kondisi tubuh masing-masing.

Baca juga: Influenza Ada Sepanjang Tahun di Indonesia, Ini Waktu Terbaik Vaksin

 
Risiko ke Otak

Salah satu komplikasi yang paling diwaspadai adalah peradangan pada otak, seperti meningitis dan ensefalitis.

Namun, dokter menegaskan kondisi ini tidak dapat diprediksi sejak awal.

“Kalau kamu nanya, pasien yang gimana nih dok, yang bakal bisa radang otak? Itu nggak bisa,” tegas dr. Erpryta.

Ia menambahkan, efek tersebut tidak selalu muncul saat infeksi terjadi.

“Bahkan dikatakan di penelitian, ketika kena sekarang nih (campak), bisa jadi kenanya meningitisnya atau encefalitis peradangan otaknya beberapa tahun kemudian,” ungkapnya.

Meski demikian, ia menyebut komplikasi tersebut tergolong jarang, namun tetap perlu diwaspadai dalam praktik medis.

Untuk memastikan adanya komplikasi ke otak, diperlukan pemeriksaan lanjutan oleh tenaga medis.

Salah satu metode yang digunakan adalah analisis cairan sumsum tulang belakang guna memastikan ada tidaknya peradangan.

 
Dampak Jangka Panjang

Selain radang otak, campak juga dapat berdampak pada fungsi kognitif seperti memori.

“Mayoritas dibilang temporary (sementara),” ujarnya.

Namun dalam sejumlah kasus, gangguan tersebut dapat bertahan lebih lama.

“Walaupun ada juga, satu bagian sekian ratus ribu, itu kok agak persisten,” jelasnya.

Ia menambahkan, proses pemulihan pada kondisi tertentu bisa memakan waktu panjang.

“Dan biasanya satu tahun,” tambahnya.

Baca juga: Bukan Cuma Anak, Dokter Tegaskan Orang Dewasa Juga Bisa Kena Campak dan Risikonya Lebih Berat

Menurutnya, komplikasi yang muncul tidak selalu disebabkan oleh virus semata, melainkan juga dipengaruhi kondisi tubuh secara keseluruhan.

“Akumulasi dari yang lain,” ujarnya.

Hal ini menunjukkan bahwa daya tahan tubuh, kondisi kesehatan, serta faktor lain dapat memengaruhi risiko komplikasi pasca-infeksi.

 
Campak selama ini kerap dianggap sebagai penyakit ringan.

Namun dengan adanya potensi dampak jangka panjang, termasuk gangguan pada otak, kewaspadaan tetap diperlukan, terutama dalam menjaga kondisi imun tubuh dan memantau gejala lanjutan setelah infeksi.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved