Kamis, 7 Mei 2026

10 Tanda Depresi Fungsional Tinggi yang Sering Tidak Disadari

Depresi fungsional tinggi membuat seseorang tampak sukses dan produktif meski mengalami tekanan emosional internal.

Tayang:
Editor: Tiara Shelavie
Pexels
KESEHATAN MENTAL - Ilustrasi depresi diambil dari situs bebas royalti Pexels. 
Ringkasan Berita:
  • Depresi fungsional tinggi membuat seseorang tampak sukses dan produktif meski mengalami tekanan emosional internal. 
  • Gejalanya bisa berupa menarik diri dari sosial, terlalu sibuk, gangguan tidur, hingga mencari validasi eksternal.
  • Karena sulit dikenali, banyak penderita baru mencari bantuan saat kondisi sudah memburuk.

TRIBUNNEWS.COM - Tidak semua depresi terlihat jelas lewat kesedihan atau hilangnya semangat.

Sebagian orang justru tetap tampak sukses, produktif, dan aktif bersosialisasi, meski diam-diam berjuang dengan tekanan emosional yang berat.

Kondisi ini dikenal sebagai high-functioning depression atau depresi fungsional tinggi.

Berikut 10 tanda depresi fungsional tinggi seperti dilansir The Healthy.

1. Anda mulai menolak undangan sosial

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Cureus menunjukkan bahwa perasaan yang disebut anhedonia merupakan gejala inti dan sering kali “tersembunyi” dari depresi fungsional tinggi (high-functioning depression).

Menurut Cleveland Clinic, anhedonia adalah kurangnya minat, kesenangan, atau kenikmatan terhadap pengalaman hidup.

Perubahan dalam aktivitas sosial bisa menjadi salah satu tanda peringatan paling awal.

 Orang dengan depresi fungsional tinggi masih tetap bekerja dan berinteraksi dengan orang lain, tetapi mulai menghindari aktivitas sosial yang berorientasi pada kesenangan.

Baca juga: Sisi Lain Operasi Bariatrik, Waspadai Risiko Depresi dan Pentingnya Pendampingan Psikologis

2. Atau, Anda justru membuat jadwal terlalu padat

Sementara sebagian orang menarik diri, yang lain mengatasi kondisi ini dengan terus menyibukkan diri, menurut penelitian Cureus.

Marie-Elizabeth Ramas, MD, FAAFP, seorang dokter spesialis kedokteran keluarga yang tergabung dalam American Academy of Family Physicians dan berbasis di New Hampshire, menjelaskan bahwa ini adalah bentuk masking, yaitu mekanisme pertahanan psikologis untuk mengalihkan perhatian dari pergulatan batin dengan menyalurkan emosi negatif ke aktivitas produktif yang diterima secara sosial.

“Bentuk masking bisa berupa menambah terlalu banyak beban pekerjaan atau justru menjadi sangat sosial,” jelasnya. Hal ini sulit dikenali karena individu tampak sukses, mudah bergaul, dan seimbang.

3. Anda sukses dan berkepribadian tipe A

Paradoks depresi fungsional tinggi adalah seseorang bisa sangat unggul di pekerjaan, rumah, atau aktivitas seperti relawan, kata Dr. Ramas.

Validasi eksternal dari pencapaian berlebihan dapat menciptakan lingkaran yang tidak sehat.

Perfeksionisme juga bisa menjadi mekanisme coping. Dorongan untuk selalu unggul ini membuat depresi fungsional tinggi lebih sulit dikenali, baik oleh diri sendiri maupun orang lain, karena terlihat seperti ambisi dan bahkan sering dipuji.

4. Anda terus mengecek jumlah like

Efek samping depresi dapat berupa mencari kebiasaan yang memberi dorongan dopamin instan, hormon penghargaan tubuh, jelas Dr. Ramas.

Solusi cepat seperti mengecek media sosial bisa menjadi salah satu tanda halus.

“Validasi eksternal dapat berfungsi untuk meningkatkan dopamin melalui perhatian dan pengakuan positif sekaligus mengalihkan seseorang dari pemicu depresinya.”

Ia menambahkan bahwa pola ini semakin sulit dikenali di dunia modern.

“Karena budaya Barat mengagungkan produktivitas dan hasil, kompensasi berlebihan dalam proses ini sering kali justru dihargai.”

5. Anda semakin bergantung pada pelarian tertentu

Orang dengan depresi fungsional tinggi mungkin mencoba mengimbangi perasaan sulit dengan aktivitas lain yang memicu dopamin, kata Carol Landau, profesor emeritus psikiatri dan perilaku manusia di Brown University.

Bentuknya bisa berupa penggunaan zat, makan emosional, atau bermain video game lebih lama dari biasanya.

“Jika Anda merasa sedih, kesepian, atau tidak seperti biasanya, Anda mungkin mulai minum alkohol lebih sering untuk menutupinya,” kata Landau. Bentuk pengobatan diri seperti ini bermasalah karena dapat menambah persoalan baru. Selain bersifat adiktif, alkohol dan obat-obatan juga dapat memperburuk gejala depresi, kecemasan, dan gangguan tidur.

6. Anda lebih peduli pada orang lain dibanding diri sendiri

Sebagian orang dengan depresi fungsional tinggi memberikan perhatian dan dukungan kepada orang lain seperti yang sebenarnya mereka butuhkan untuk diri sendiri.

“Pola pikir yang umum adalah: ‘Saya akan memberi kepada orang lain apa yang saya tidak punya dalam hidup saya, dan semoga seseorang melakukan hal yang sama untuk saya,’” kata Dr. Ramas.

Menurut penelitian Cureus, merawat orang lain juga bisa menjadi cara mengalihkan diri dari emosi negatif.

Apa pun gejalanya, Dr. Ramas mengatakan tema umumnya adalah ketidaksesuaian antara perilaku luar seseorang dan pengalaman batinnya, sering kali akibat kompensasi berlebihan terhadap perjuangan internal.

7. Pola tidur Anda berubah

Gangguan tidur seperti insomnia sering diabaikan, kata Dr. Ramas. Namun, baik sulit tidur, tidur lebih banyak dari biasanya, maupun tidur gelisah bisa menjadi tanda depresi dan memperburuk gejala lainnya.

“Tidur yang baik sangat penting untuk kesehatan mental yang baik,” tegas Carol Landau, PhD, profesor emeritus bidang psikiatri & perilaku manusia dan kedokteran di Universitas Brown.

8. Anda merasa cemas atau mati rasa secara emosional

Penelitian Cureus menjelaskan bahwa banyak orang dengan dugaan depresi fungsional tinggi mungkin tidak menyadari gejala klasik depresi seperti kesedihan, tetapi melaporkan merasa lelah atau mati rasa secara emosional.

Hal ini bisa terkait dengan emosi lain yang juga berhubungan dengan depresi: kecemasan. Kecemasan tidak selalu berupa rasa takut; bisa muncul sebagai kegelisahan mental, kebingungan, mati rasa emosional, atau perasaan tidak nyaman terus-menerus di perut. Iritabilitas juga menjadi gejala umum, tambah Landau.

9. Anda memiliki masalah kesehatan lain

Di satu sisi, kondisi medis yang mendasari dapat memicu depresi. “Kondisi medis yang terjadi bersamaan, seperti diabetes atau kanker, dapat menimbulkan stres dan tekanan yang mengarah pada depresi,” kata Michelle Riba, profesor klinis psikiatri di Michigan Medicine.

Namun sebaliknya, depresi juga dapat menurunkan daya tahan tubuh, sehingga membuat seseorang lebih rentan sakit.

10. Ada riwayat depresi dalam keluarga

“Mengetahui genetika dan riwayat keluarga bisa sangat membantu,” kata Dr. Riba.

Meski depresi adalah kondisi kompleks yang dipengaruhi banyak faktor, studi menunjukkan genetika dapat meningkatkan risiko hingga 40 persen, menurut penelitian 2025 yang diterbitkan di Molecular Psychiatry. Jika ada riwayat keluarga, perubahan hidup dan stres dapat memicu kecenderungan biologis terhadap depresi.

Sifat yang terkait dengan depresi fungsional tinggi juga mungkin memiliki kaitan genetik. Misalnya, psikolog dan pakar perfeksionisme Thomas Curran menyebut sekitar 30% hingga 40% kecenderungan perfeksionisme bersifat diturunkan.

Waspadai tanda-tanda depresi fungsional tinggi

“Orang dengan depresi fungsional tinggi biasanya tidak hanya mampu menjalani kehidupan sehari-hari, tetapi juga unggul dan berkinerja berlebihan,” kata Dr. Ramas.

“Karena itu, sulit bagi mereka menyadari bahwa penderitaan mereka adalah sesuatu yang perlu ditangani.”

Penelitian Cureus menegaskan bahwa banyak orang dengan depresi fungsional tinggi tidak mencari bantuan sampai kondisi mereka sudah sangat terganggu atau mengalami krisis emosional. Seperti kondisi kesehatan mental lain yang tidak ditangani, keterlambatan perawatan meningkatkan risiko konsekuensi serius.

“Risikonya dapat berupa peningkatan kemungkinan bunuh diri, melukai diri sendiri, penyalahgunaan zat, atau gangguan kecemasan,” jelas Dr. Ramas.

Seiring waktu, individu dapat mengalami burnout, kesulitan mengelola banyak tanggung jawab, dan penurunan performa.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved