WHO Tetapkan Darurat Global Ebola, Ini Alasan Dunia Diminta Waspada tapi Tidak Panik
WHO resmi menetapkan wabah Ebola dalam status darurat internasional karena wabah dinilai memiliki risiko penyebaran lintas negara.
WHO juga menyoroti tingginya mobilitas penduduk, kondisi keamanan yang belum stabil, hingga keterbatasan fasilitas kesehatan di wilayah terdampak sebagai faktor yang memperbesar risiko penyebaran regional.
Selain masyarakat umum, petugas kesehatan ikut menjadi kelompok rentan.
WHO menyebut setidaknya empat tenaga kesehatan dilaporkan meninggal dunia dengan gejala yang mengarah pada demam berdarah virus.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran adanya penularan di fasilitas layanan kesehatan.
“Hal ini menimbulkan kekhawatiran mengenai penularan terkait perawatan kesehatan,” tulis WHO.
Belum Ada Vaksin Khusus
Yang membuat dunia semakin waspada, hingga saat ini belum tersedia terapi maupun vaksin khusus untuk virus Bundibugyo yang disetujui secara luas.
“Tidak seperti strain Ebola-Zaire, saat ini belum ada terapi atau vaksin khusus virus Bundibugyo yang disetujui,” lanjut WHO.
Meski begitu, WHO meminta seluruh negara tidak menutup perbatasan atau menghentikan perjalanan internasional.
Menurut WHO, langkah tersebut justru berpotensi memperburuk pengawasan wabah.
“Tidak ada negara yang boleh menutup perbatasannya atau memberlakukan pembatasan apa pun terhadap perjalanan dan perdagangan,” tegas WHO.
WHO meminta negara-negara meningkatkan pengawasan, kesiapan rumah sakit, pelacakan kontak, hingga edukasi masyarakat agar wabah tidak berkembang lebih luas.
Masyarakat juga diminta tetap tenang dan tidak mudah termakan informasi yang belum terverifikasi terkait Ebola.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Petugas-medis-mengenakan-alat-pelindung-diri-lengkap-sebelum-memasuki-zona-isolasi-Ebola-di-Kongo.jpg)