Wawancara Eksklusif
VIDEO EKSKLUSIF Yani Panigoro: Kader Penyembuh TBC Bergerak Pakai Hati Meski Ekonomi Pas-pasan
“Betapa kader itu mulia hatinya. Walaupun secara ekonomi mungkin mereka kurang, tapi mau bergerak pakai hati”
"Kakak saya yang paling besar, Pak Arifin Panigoro, itu sejak tahun 1994 sudah sangat concern terhadap TBC ini. Beliau banyak memberikan donasi dan dukungan untuk pendirian gedung PPTI," ujar Yani.
Yani menjelaskan, perjuangan tersebut kemudian dilanjutkan oleh istri mendiang Arifin Panigoro, Raisis Panigoro, yang menjabat Ketua Umum PPTI selama 12 tahun.
Setelah keduanya tiada, para pengurus meminta Yani untuk memimpin organisasi.
"Background saya memang bukan dokter, saya engineer lulusan ITB. Tapi dengan pengalaman manajemen yang saya miliki, saya merasa terpanggil untuk meneruskan perjuangan ini," ucapnya.
Simak wawancara lengkap tentang perjuangan melawan TBC, kisah para kader, dan kondisi nyata penderita di Indonesia.
Saksikan kisah dan wawancara eksklusif selengkapnya hanya di YouTube Tribunnews!