Lupus Banyak Serang Wanita Muda, Gejala Sepele Sering Terlambat Dideteksi
Lupus banyak menyerang wanita muda, gejala sepele sering diabaikan hingga diagnosis terlambat 6 tahun dan berisiko kerusakan organ tubuh.
Negara ini termasuk wilayah dengan angka kasus lupus wanita yang tinggi secara global, sekaligus menghadapi tantangan keterlambatan diagnosis.
Baca juga: Penyakit Lupus Incar Wanita Produktif, Jangan Anggap Sepele Rambut Rontok dan Sariawan
Lupus Tidak Bisa Sembuh, Tapi Bisa Dikendalikan
Lupus merupakan penyakit kronis yang belum dapat disembuhkan, tetapi bisa dikontrol dengan terapi jangka panjang.
“Lupus itu adalah penyakit kronis yang tidak akan pernah sembuh. Jadi dia bisa up and down, tapi kita maunya tentu kalau bisa ada di situasi penurunan aktivitas penyakit atau remisi,” ujar dr. Sandra.
Tujuan terapi:
- Menekan aktivitas penyakit
- Mencegah kerusakan organ
- Meningkatkan kualitas hidup
- Mengurangi efek samping obat
Deteksi Dini Menentukan Prognosis
Semakin cepat lupus terdeteksi, semakin besar peluang pasien untuk tetap produktif dan menghindari kerusakan organ permanen.
“Pesan kita untuk penyandang lupus adalah nanti kita harus bersama-sama memberikan motivasi pada penyandang lupus bahwa sekali lagi lupus itu bukan akhir dari kehidupan,” tegas dr. Sandra.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/dr-Sandra-Sinthya-Langow-Dokter-Spesialis-Penyakit-Dalam-Konsultan-Reumatologi-lupus.jpg)