Masih Rebus Jamu Pakai Panci Aluminium? Dokter Ingatkan Ada Risiko yang Perlu Diketahui
Ketua PDPOTJI mengingatkan panci aluminium tidak dianjurkan merebus jamu. Stainless steel, kaca, enamel, dan tembikar lebih aman untuk merebus jamu.
Ringkasan Berita:
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Membuat jamu di rumah sering dianggap mudah.
Cukup siapkan kunyit, temulawak, jahe, atau berbagai rempah lainnya, lalu rebus hingga sari-sarinya keluar.
Bagi banyak keluarga Indonesia, kegiatan ini bahkan sudah menjadi kebiasaan turun-temurun.
Namun ternyata, tidak sedikit orang yang luput memperhatikan satu hal penting saat meracik jamu.
Bukan bahan yang digunakan, melainkan panci tempat ramuan itu direbus.
Padahal menurut Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), Dr. dr. Inggrid Tania, M.Si, alat masak dapat memengaruhi keamanan jamu yang dikonsumsi.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah penggunaan panci aluminium.
Baca juga: Ramuan Alami Bukan Jaminan Aman, Dokter Ingatkan Jamu Tetap Punya Risiko Jika Salah Takaran
Kesalahan yang Sering Terjadi di Dapur
Saat membuat jamu, masyarakat umumnya lebih fokus memilih bahan yang segar.
Kunyit dicuci bersih, jahe dipilih yang bagus, dan temulawak dipotong rapi.
Namun perhatian terhadap alat masak sering kali terabaikan.
Padahal menurut Inggrid, tidak semua jenis panci cocok digunakan untuk merebus ramuan herbal.
Beberapa bahan justru tidak dianjurkan karena berpotensi berinteraksi dengan kandungan aktif dalam tanaman obat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/jamu-nasional.jpg)