Minggu, 31 Agustus 2025

Tito Karnavian Dorong Pemda Sultra Hidupkan UMKM untuk Tingkatkan PAD

hidupkan UMKM dan sektor swasta agar Pendapatan Asli Daerah (PAD) bisa melampaui ketergantungan pada transfer pusat

Editor: Content Writer
dok. Kemendagri
PERKUAT PAD - Mendagri Tito Karnavian dalam Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sultra 2025 di Hotel Claro, Kota Kendari, Rabu (27/8/2025). Mendagri minta Pemda di Sultra menghidupkan UMKM dan sektor swasta agar Pendapatan Asli Daerah (PAD) bisa melampaui ketergantungan pada transfer pusat 

TRIBUNNEWS.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan perlunya memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan menghidupkan sektor swasta dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Pernyataan itu disampaikan Mendagri dalam Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sultra 2025 di Hotel Claro, Kota Kendari, Rabu (27/8/2025).

Menurut Tito, PAD di Sultra masih didominasi transfer dari pemerintah pusat, dengan kontribusi PAD yang belum optimal di sebagian besar daerah.

"Sulawesi Tenggara itu semuanya didominasi oleh transfer pusat. PAD hanya tingkat provinsi dan Kota Kendari yang agak lumayan," kata Mendagri kepada awak media.

Ia menjelaskan bahwa tingginya ketergantungan pada dana pusat menjadi tantangan besar, apalagi sebagian besar dana tersebut digunakan untuk belanja pegawai, operasional, serta pemenuhan standar pelayanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan.

Baca juga: Mendagri Tito Minta Pemda Perhatikan Kondisi Sosial dalam Menyusun Produk Hukum Daerah

Tito menekankan, peningkatan PAD dapat dicapai dengan menghidupkan dunia usaha lokal.

"Yang harus hidupkan swasta, UMKM, yang mikro, yang sedang, termasuk investor besar harus diberikan kemudahan. Sulawesi Tenggara tidak akan pernah bisa melompat... kalau PAD tidak naik melewati transfer pusat," ungkapnya.

Ia menambahkan, komunikasi Pemda dengan pelaku usaha perlu diperkuat. Kadin disebut sebagai mitra strategis untuk mendengar aspirasi dan ide-ide pengusaha terkait potensi daerah.

"Para pengusaha sudah ada salurannya, ada organisasinya, Kadin. Manfaatkan Kadin semaksimal mungkin, harus berikan kemudahan pada mereka buat dialog," ujarnya.

Mendagri menegaskan, potensi sektor pertanian, perkebunan, maupun jasa di Sultra harus dihidupkan melalui dukungan kebijakan yang tepat.

"Kebijakan pemerintah harus memberi kemudahan izin, insentif, atau bentuk dukungan lain. Sepanjang sesuai aturan, cepat berikan. Kuncinya di situ, swastanya hidup," tandasnya.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of

asia sustainability impact consortium

Follow our mission at www.esgpositiveimpactconsortium.asia

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan