Rokok hingga Alkohol Bisa Picu Penuaan Dini, Begini Penjelasan Dokter
Proses aging sebenarnya terjadi di tingkat sel dan sangat berkaitan dengan nutrisi yang dikonsumsi setiap hari.
“Asap rokok itu mengandung radikal bebas, sehingga akan meningkatkan aktivitas inflamasi dan kerusakan oksidatif, sehingga akan meningkatkan stres oksidatif,” paparnya.
Selain rokok, konsumsi alkohol berlebihan juga berdampak pada tanda penuaan.
Jika dikonsumsi lebih dari tujuh gelas per minggu, alkohol dapat memicu munculnya arkus korne, yaitu lingkaran putih di sekitar mata yang umumnya ditemukan pada usia lanjut, tetapi bisa muncul lebih dini.
Lebih lanjut, dr. Karina menjelaskan bahwa proses aging identik dengan penurunan fungsi metabolik tubuh.
Perubahan metabolisme protein, karbohidrat, dan lemak terjadi secara bertahap tanpa disadari.
Ketidakseimbangan energi ini menyebabkan akumulasi lemak, meningkatkan peradangan, serta memicu stres oksidatif.
Dampaknya tidak hanya pada percepatan penuaan, tetapi juga meningkatkan risiko penyakit degeneratif seperti hipertensi dan diabetes melitus.
Di sisi lain, kesadaran terhadap peran nutrisi dalam memperlambat penuaan kini semakin meningkat, termasuk di kalangan usia muda.
Konsultasi terkait nutrisi dan kesehatan kulit tidak lagi didominasi kelompok usia di atas 40 tahun.
“Jadi, pasien-pasien yang datang itu tidak hanya pasien-pasien yang usianya sudah di atas 40 tahun, mereka yang usia 20 tahun itu juga sudah sangat memperhatikan nutrisinya,” ungkapnya.
Fenomena ini menunjukkan pergeseran cara pandang masyarakat terhadap penuaan.
Nutrisi tidak lagi dilihat sekadar sebagai kebutuhan energi, melainkan sebagai faktor kunci yang memengaruhi kesehatan sel, metabolisme tubuh, dan kecepatan proses aging.
Dengan memahami bahwa makanan dapat memengaruhi penuaan dari dalam, perhatian terhadap kualitas nutrisi menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan jangka panjang.
(Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi)