Mudah Tersinggung dan Antikritik? Pola Asuh Masa Kecil Bisa Jadi Penyebab
Banyak orang dewasa merasa dirinya mudah tersinggung, sulit menerima kritik, atau cepat emosi dalam berbagai situasi.
“Jadi hal pertama adalah menyadari dulu,” katanya.
Kesadaran ini menjadi langkah awal untuk memahami mengapa seseorang mudah marah, tersinggung, atau defensif.
Menurut Friska, proses ini tidak selalu mudah karena seseorang sebenarnya sedang menghadapi “pertarungan” antara kesadaran dan ketidaksadaran dalam dirinya.
Namun semakin sering seseorang menyadari reaksi emosinya, semakin besar pula peluang untuk memperbaikinya.
Mengubah Pola Lama Butuh Waktu
Meski demikian, Friska mengingatkan bahwa mengubah pola emosi tidak bisa terjadi secara instan.
Pengalaman masa kecil yang berlangsung selama bertahun-tahun tentu tidak bisa diubah hanya dalam beberapa hari.
Karena itu, seseorang perlu melatih diri untuk mengatur emosi secara perlahan.
Salah satunya dengan mengingat bahwa tujuan komunikasi bukanlah melampiaskan emosi, melainkan menyampaikan pesan.
“Karena sebenarnya ketika kita marah bukan emosinya yang perlu nyampe. Tapi pesannya yang nyampe,” jelas Friska.
Menurutnya, dengan latihan kesadaran diri yang konsisten, seseorang dapat mulai membangun cara bereaksi yang lebih sehat.
Hal ini tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga penting bagi orang yang nantinya menjadi orang tua agar tidak mengulang pola pengasuhan yang sama kepada anak-anaknya.