Mudah Tersinggung dan Antikritik? Pola Asuh Masa Kecil Bisa Jadi Penyebab
Banyak orang dewasa merasa dirinya mudah tersinggung, sulit menerima kritik, atau cepat emosi dalam berbagai situasi.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
Ringkasan Berita:
- Jika ada orang dewasa merasa dirinya mudah tersinggung, sulit menerima kritik, atau cepat emosi dalam berbagai situasi, itu tak datang tiba-tiba.
- Kondisi itu bisa berkaitan dengan pola asuh yang dialami seseorang sejak kecil.
- Ini penjelasan psikolog.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Banyak orang dewasa merasa dirinya mudah tersinggung, sulit menerima kritik, atau cepat emosi dalam berbagai situasi.
Tidak sedikit yang mengira hal tersebut hanya soal kepribadian. Padahal, kondisi itu bisa berkaitan dengan pola asuh yang dialami seseorang sejak kecil.
Baca juga: Psikolog: Orang Tua Tak Perlu Gengsi Minta Maaf ke Anak, Bisa Sembuhkan Luka Batin
Psikolog anak dan keluarga Friska Asta menjelaskan bahwa pengalaman masa kecil sering meninggalkan “jejak” dalam cara seseorang merespons emosi ketika dewasa.
Menurutnya, pola asuh yang keras seperti bentakan, makian, atau hukuman fisik sering kali masuk ke dalam memori bawah sadar anak.
“Jadi itu tuh masuk ke dalam drive kita yang kita secara nggak sadar sebenarnya udah menginstal itu tapi kita nggak sadar,” jelas Friska dalam suatu acara diskusi parenting di Tangerang Selatan, Rabu (11/3/2026).
Ia menambahkan, banyak orang merasa dirinya kuat karena pernah melewati masa kecil yang keras.
Namun tanpa disadari, pengalaman tersebut justru dapat meninggalkan kerapuhan emosional.
“Padahal sebenarnya kita rapuh gitu. Padahal sebenarnya kita senggol dikit udah emosi gitu ya,” ujarnya.
Tanpa Disadari Pola Asuh Lama Bisa Terulang
Friska mengatakan banyak orang tua sebenarnya tidak ingin mengulang pola asuh keras yang mereka alami.
Namun karena pengalaman tersebut sudah tertanam sejak lama, pola itu bisa muncul kembali secara tidak sadar ketika seseorang menghadapi tekanan.
Baca juga: Pola Asuh Jennifer Coppen Dianggap Buruk, sang Aktris Pamer 4 Fasilitas Mewah untuk Kamari
Misalnya saat menerima kritik di tempat kerja atau menghadapi konflik dalam hubungan pertemanan.
Respons emosional yang berlebihan sering kali muncul karena seseorang tidak terbiasa memiliki ruang untuk mengekspresikan emosi sejak kecil.
Ketika hal itu terjadi, Friska menyarankan seseorang untuk mulai melakukan refleksi diri.