Rabu, 27 Mei 2026

Bacaan Doa

Doa Setelah Sholat Idul Adha, Amalan Sunnah pada Hari Raya Kurban

Muslim dianjurkan melakukan sholat Idul Adha pada 10 Dzulhijjah. Setelah sholat Idul Adha, dilanjutkan membaca doa/zikir sebagai berikut.

Tayang:
Tribunnews.com
DOA SETELAH SHOLAT IDUL ADHA - Gambar dibuat di Be Funky dan Paint, Selasa (26/5/2026). Muslim dianjurkan melakukan sholat Idul Adha pada 10 Dzulhijjah. Setelah sholat Idul Adha, dilanjutkan membaca doa/zikir sebagai berikut. 
Ringkasan Berita:
  • Sholat Idul Adha merupakan salat sunnah muakkad yang dilaksanakan pada 10 Dzulhijjah.
  • Setelah salat, umat Muslim dianjurkan membaca doa, zikir, dan istighfar sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT.
  • Selain itu, pada 11, 12, dan 13 Dzulhijjah atau hari Tasyrik, umat Islam dilarang berpuasa karena hari tersebut merupakan waktu makan, minum, dan memperbanyak amal saleh.

TRIBUNNEWS.COM - Sholat Idul Adha merupakan sholat yang hukumnya sunnah muakkad atau amalan sunnah yang sangat dianjurkan.

Sholat Idul Adha dilaksanakan pada Hari Raya Idul Adha pada 10 Dzulhijjah tahun hijriyah.

Waktu pelaksanaan Shalat Idul Adha dimulai sejak matahari terbit setinggi tombak, yaitu sekitar 15–20 menit setelah terbit, hingga sebelum masuk waktu Dzuhur.

Namun, disunnahkan untuk melaksanakan sholat Idul Adha lebih awal dibandingkan waktu shalat Idul Fitri agar memberi kesempatan lebih luas bagi umat Islam untuk melaksanakan ibadah kurban setelahnya.

Mengenai pelaksanaannya, Rasulullah SAW menjelaskan sholat Idul Adha dikerjakan sebanyak dua rakaat.

Dari Umar bin Khattab RA: “Salat Idul Adha itu dua rakaat dan salat Idul Fitri itu dua rakaat.” (HR. An-Nasa’i)

Dari Aisyah RA: “Rasulullah SAW bertakbir pada salat Idul Fitri dan Idul Adha, pada rakaat pertama tujuh kali takbir dan pada rakaat kedua lima kali takbir.” (HR. Abu Dawud)

Setelah melaksanakan sholat Idul Adha, Muslim dianjurkan membaca doa dan zikir kepada Allah SWT.

Doa dan zikir yang dibaca dapat diambil dari bacaan doa/zikir setelah sholat fardhu.

Mengutip buku Kumpulan Doa Sehari-hari oleh Kementerian Agama Jawa Timur, berikut doa yang dapat dibaca setelah sholat Idul Adha.

Baca juga: Doa Malam Takbiran Idul Adha, Allahu Akbar La Ilaha Illallahu Wallahu Akbar

Doa Setelah Sholat Idul Adha

اَللّٰهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

Allāhumma antas salāmu wa minkas salām, tabārakta yā dzal-jalāli wal-ikrām.

Artinya: “Ya Allah, Engkaulah Dzat Yang Maha Sejahtera, dari-Mu keselamatan, Maha Berkah Engkau wahai Dzat Yang Maha Agung dan Maha Mulia.”

Doa Istighfar Setelah Salat Idul Adha

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ الَّذِيْ لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Astaghfirullāhal ‘azhīm alladzī lā ilāha illā huwal hayyul qayyūmu wa atūbu ilaih.

Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertobat kepada-Nya.”

Zikir Setelah Salat Idul Adha

Takbir: اللهُ أَكْبَرُ (Allāhu akbar/Allah Maha Besar)

Tahmid: الْحَمْدُ لِلّٰهِ (Alhamdulillāh/Segala puji bagi Allah.)

Tasbih: سُبْحَانَ اللّٰهِ (Subhānallāh/Maha Suci Allah.)

Tahlil: لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ (Lā ilāha illallāh/Tidak ada Tuhan selain Allah.)

Istighfar: أَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ (Astaghfirullāh/Aku memohon ampun kepada Allah.)

Doa Takbir Idul Adha

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar. Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar. Allāhu akbar wa lillāhil hamdu.

Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan bagi Allah segala pujian"

Sayyidul Istighfar

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتِنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أبوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيّ، وَأَبُوءُ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

Allāhumma Anta Rabbi, lā Ilāha illā Anta, khalaqtanī wa ana ‘abduka, wa ana ‘alā ‘ahdika wa wa’dika mastatha’tu, a’ūżubika min syarri mā shana’tu, abū u laka bi ni’matika ‘alayya, wa abū u bi żanbī faghfirlī, fa innahū lā yaghfiru aż-żunūba illa Anta

Artinya, “Ya Allah, Engkau adalah Rabb-ku, tidak ada Tuhan selain Engkau, Engkau yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Aku menepati perjanjian-Mu dan janji-Mu sesuai dengan kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku, aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku kepada-Mu, maka ampunilah aku. Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau” (HR. Bukhari).

Hari Tasyrik dan Larangan Berpuasa pada 11, 12, 13 Dzulhijjah

Selain pada Hari Raya Idul Adha, umat Islam dilarang berpuasa pada hari Tasyrik yaitu 11, 12, 13 Dzulhijjah.

Hari-hari ini termasuk waktu istimewa dalam Islam karena umat Muslim masih diperbolehkan menyembelih hewan kurban, memperbanyak zikir, doa, dan amal saleh.

Kata “Tasyrik” berasal dari bahasa Arab yang berarti menjemur sesuatu di bawah sinar matahari.

Penamaan ini berkaitan dengan kebiasaan masyarakat Arab pada masa dahulu yang menjemur daging kurban agar lebih awet karena belum adanya alat pendingin makanan.

Dalam Islam, hari Tasyrik juga dikenal sebagai hari makan dan minum sehingga umat Islam dilarang melaksanakan puasa pada tanggal tersebut.

Rasulullah SAW bersabda: “Hari Arafah, hari Idul Adha, dan hari Tasyrik adalah hari raya kita umat Islam dan merupakan hari-hari untuk makan dan minum.” (HR. An-Nasa’i).

Larangan puasa ini juga dijelaskan dalam hadis Ibnu Umar RA: “Tidak diperkenankan berpuasa pada hari Tasyrik kecuali bagi orang yang tidak mendapatkan hewan kurban ketika menunaikan haji.” (HR. Bukhari).

Selain tidak boleh berpuasa, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah pada hari Tasyrik seperti bertakbir, berzikir, berdoa, bersedekah, dan menyembelih hewan kurban.

Perintah berkurban sendiri disebutkan dalam Al-Qur’an surah Al-Kautsar ayat 2: “Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah!”

Hari Tasyrik menjadi momen untuk bersyukur atas nikmat Allah SWT, mempererat silaturahmi, serta berbagi kebahagiaan dan rezeki kepada sesama melalui daging kurban.

Keutamaan Sholat Idul Adha

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menjelaskan bahwa shalat Idul Adha memiliki banyak keutamaan dan hikmah yang sangat besar bagi kehidupan umat Islam.

Ibadah ini bukan sekadar salat sunnah dua rakaat, tetapi juga menjadi bentuk pengagungan kepada Allah SWT serta simbol ketaatan seorang hamba kepada-Nya.

Dengan melaksanakan Shalat Idul Adha, seorang muslim menunjukkan rasa syukur atas nikmat Allah sekaligus mengikuti sunnah Rasulullah SAW yang selalu melaksanakan salat hari raya bersama kaum Muslimin. 

Momen ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan ketakwaan dan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT melalui takbir, doa, zikir, dan ibadah lainnya di hari yang mulia.

Selain itu, Shalat Idul Adha mengandung nilai sosial yang sangat kuat. Setelah salat dilaksanakan, umat Islam dianjurkan menyembelih hewan kurban sebagai bentuk pengorbanan dan kepedulian terhadap sesama.

Daging kurban kemudian dibagikan kepada fakir miskin, tetangga, dan masyarakat sekitar sehingga dapat menumbuhkan rasa empati, kebersamaan, dan saling berbagi rezeki.

Karena itu, Idul Adha tidak hanya menjadi ibadah pribadi, tetapi juga mempererat persaudaraan dan solidaritas antarsesama umat Islam.

Keutamaan lain dari Shalat Idul Adha ialah menjadi pengingat tentang kisah keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam menjalankan perintah Allah SWT.

Dari peristiwa tersebut, umat Islam diajarkan tentang arti keikhlasan, kesabaran, pengorbanan, dan kepatuhan kepada Allah.

Nilai-nilai itulah yang kemudian diwujudkan dalam ibadah kurban dan semangat berbuat baik kepada sesama.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved