Breaking News:

Pengikut Rizieq Shihab Tewas

FAKTA Sekum FPI Munarman Dipolisikan karena Sebut 6 Laskar FPI yang Tewas Tak Bawa Senjata

Ketua Barisan Ksatria Nusantara, Zainal Arifin, melaporkan Sekretaris Umum (Sekum) Front Pembela Islam (FPI), Munarman, Senin (21/12/2020).

Tangkap Layar YouTube Najwa Shihab - Tribunnews
Ketua Barisan Ksatria Nusantara, Zainal Arifin, melaporkan Sekretaris Umum (Sekum) Front Pembela Islam (FPI), Munarman, Senin (21/12/2020). 

TRIBUNNEWS.COM - Ketua Barisan Ksatria Nusantara, Zainal Arifin, melaporkan Sekretaris Umum (Sekum) Front Pembela Islam (FPI), Munarman, Senin (21/12/2020).

Munarman diduga melakukan penghasutan karena menyebut enam laskar FPI yang tewas tak membawa senjata api dalam insiden di Jalan Tol Jakarta-Cikampek Km 50, Senin (7/12/2020) lalu.

Menurut Zainal, pernyataan Munarman soal enam laskar FPI tidak melawan polisi juga harus dibuktikan melalui hukum.

Baca juga: Kabareskrim Ungkap Alasan Ambil Alih Berkas Perkara Dugaan Pelanggaran Prokes Rizieq Shihab

Baca juga: Bareskrim Tak Akan Periksa Mahfud MD Terkait Pelanggaran Prokes Habib Rizieq di Bandara

Berikut fakta-fakta yang Tribunnews.com rangkum, Selasa (22/12/2020):

Bisa Mengakibatkan Adu Domba

Zainal menyebut, pernyataan Sekum FPI itu bisa mengakibatkan adu domba hingga perpecahan bangsa.

"Keterangan Munarman yang mengatakan bahwa yang meninggal tidak membawa senjata, yang meninggal tidak melawan aparat maka itu harus dibuktikan dengan hukum."

"Bahaya berbohong dan adu domba itu luar biasa. Bahwa fitnah itu lebih besar dampaknya daripada pembunuhan," ujar Zainal di Polda Metro Jaya, seperti diberitakan Tribunnews.com, Senin.

Baca juga: Ini Alasan Yusril Menolak Jadi Pengacara Rizieq Shihab

Baca juga: Bareskrim Ambil Alih Kasus Rizieq Shihab, Sang Pemimpin FPI Tetap Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya

Sekretaris Umum DPP Front Pembela Islam (FPI), Munarman usai menjalani pemeriksaan penyidik Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (9/10/2019) malam.
Sekretaris Umum DPP Front Pembela Islam (FPI), Munarman usai menjalani pemeriksaan penyidik Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (9/10/2019) malam. (Tribunnews/Jeprima)

Ia mengatakan, narasi yang terus dibangun oleh Munarman dapat mengakibatkan adu domba dan perpecahan anak bangsa.

"Itu kalau disampaikan terus menerus narasi dibangun itu bisa akibatkan adu domba, perpecahan anak bangsa."

Halaman
123
Penulis: Nuryanti
Editor: Citra Agusta Putri Anastasia
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved