Sabtu, 30 Agustus 2025

Demo di Jakarta

14 Korban Demo Dilarikan ke RS Pelni Jakbar, 4 Pria Luka Serius Usai Diserang Benda Tumpul

14 korban demo dirawat di RS Pelni Jakbar, 4 pria alami luka tumpul serius dan masih jalani perawatan intensif Jumat siang.

healthcareitnews
RUMAH SAKIT- Empat pria korban demo dirawat intensif di RS Pelni, Jakarta Barat, usai alami luka tumpul akibat bentrokan Kamis malam. 

TRIBUNNEWS.COM - Sebanyak 14 korban terdampak aksi demo ricuh di sekitar kawasan Palmerah dilarikan ke Rumah Sakit Pelni, Jakarta Barat, Kamis (28/8/2025) malam. 

Empat pria di antaranya mengalami luka serius akibat serangan benda tumpul dan masih menjalani perawatan intensif di ruang rawat inap.

Direktur RS Pelni, Laili Fathiyah, menyebut luka tersebar di berbagai bagian tubuh, mulai dari regio atas hingga bawah, dengan gejala trauma yang bervariasi.

"Lukanya variasi. Ada di regio atas, ada juga yang regio tengah dan bawah," kata Direktur RS Pelni, Laili Fathiyah kepada wartawan, Jumat (29/8/2025). 

Ia juga menjelaskan, luka-luka yang dialami korban akibat serangan benda tumpul. 

"Ada luka, trauma, tumpul saja," ujar Laili. 

Total, terdapat 14 pasien yang masuk ke IGD RS Pelni pada Kamis malam. 10 orang sudah bisa dipulangkan.

Empat pasien sisanya, berjenis kelamin laki-laki, masih harus menjalani rawat inap. Mereka masing-masing berumur 19, 29, 30, dan 40 tahun. 

Berikut inisial korban terdampak demo yang masih dirawat di RS Pelni:

FER (19 tahun)

IJ (20 tahun) 

UM (30 tahun)

ROM (40 tahun)

Kronologi Kericuhan Demo DPR pada Kamis, 28 Agustus 2025

Pukul 10.00 WIB – Demo Dimulai

Aksi dimulai oleh massa buruh dari KSPI, Partai Buruh, dan koalisi serikat pekerja.

Tuntutan utama: Hapus outsourcing, tolak upah murah (HOSTUM).

Lokasi utama: Depan Gedung DPR/MPR RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

Pukul 13.00 WIB – Massa Buruh Membubarkan Diri

Buruh mulai meninggalkan lokasi.

Spanduk tuntutan masih terpasang di gerbang DPR.

Pukul 15.00–16.00 WIB – Mahasiswa Ambil Alih Aksi

Massa mahasiswa dari berbagai BEM datang, menuntut pembubaran DPR dan menolak kenaikan tunjangan dewan.

Ketegangan meningkat, massa mulai mengepung gedung dari berbagai arah.

Pukul 16.15 WIB – Bentrokan Pecah

Massa melempar batu, petasan, dan bom molotov ke arah aparat.

Polisi membalas dengan water cannon dan gas air mata.

Bentrokan meluas ke Flyover Pejompongan dan Jalan Asia Afrika.

Pukul 19.25 WIB – Korban Jiwa

Di Jalan Bendungan Hilir, seorang pengemudi ojol bernama Affan Kurniawan terjatuh saat menyeberang dan terlindas mobil rantis Brimob.

Affan sempat dilarikan ke RSCM, namun meninggal dunia.

Kapolri menyampaikan permintaan maaf dan berjanji mengusut tuntas.

Pukul 20.00 WIB – Massa Marah, Ricuh Meluas

Massa ojol dan warga marah, menyerbu Mako Brimob Kwitang menuntut pertanggungjawaban.

Di lokasi, warga terlihat mempreteli mobil terbakar, termasuk anak-anak.

Selain mengakibatkan korban jiwa bernama Affan Kurniawan, ada 14 korban luka.

Mereka dilarikan ke RS Pelni, Palmerah dengan luka lecet dan trauma akibat serangan benda tumpul.

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan