Selasa, 21 April 2026

Sempat Tersenyum, ASN di Tangerang Diduga Sengaja Tabrakkan Diri ke Kereta Melintas

ASN di Tangerang tewas diduga sengaja tabrakan diri ke kereta. Saksi ungkap gelagat, polisi dalami dugaan depresi.

TribunJakarta.com
Ilustrasi warga tewas tertabrak kereta api 

Ringkasan Berita:
  • ASN tewas di Cisauk setelah diduga sengaja menabrakkan diri ke kereta.
  • Saksi ungkap gelagat korban: duduk, mondar-mandir, hingga tersenyum sebelum tragedi.
  • Polisi dalami dugaan depresi, soroti pentingnya layanan kesehatan mental.

Disclaimer: Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri. Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG – Seorang aparatur sipil negara (ASN) berinisial AS ditemukan tewas setelah diduga sengaja menabrakkan diri ke kereta commuter line yang melintas di perlintasan dekat Stasiun Cisauk, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (6/12/2025).

Detik-detik sebelum kejadian sempat disaksikan warga sekitar. Beberapa saksi melihat AS duduk sendirian sambil tersenyum di tepi rel, tak lama sebelum kereta melintas.

 
Detik-detik ASN di Rel Cisauk

Insiden terjadi sekitar pukul 09.50 WIB. Seorang saksi menyebut korban sebelumnya membeli kopi di warung dekat perlintasan. Setelah itu, AS tampak mondar-mandir tanpa tujuan jelas sebelum akhirnya duduk di besi pembatas rel.

“Selanjutnya, korban terlihat duduk di besi pembatas rel,” kata Kapolsek Cisauk AKP Dhady Arsya kepada wartawan, Senin (8/12/2025).

Saat sebuah kereta dari arah Rangkasbitung menuju Tanah Abang mulai terlihat, warga langsung berteriak memperingatkan korban agar menjauh. Namun peringatan itu tidak dihiraukan.

“Korban tidak mengindahkan peringatan tersebut, justru memalingkan muka sambil tersenyum, lalu langsung menyeberangi rel dan menabrakkan diri ke kereta yang melintas,” ungkap Dhady.

 
Saksi Ungkap Gelagat Korban Sebelum Insiden

Seorang pedagang warung kopi di lokasi juga melihat gelagat korban sejak pagi. Ia menyebut AS datang sendirian, memesan kopi, dan duduk cukup lama tanpa banyak berbicara. Setelah itu, korban berjalan bolak-balik di sepanjang tepi rel.

Ketegangan terjadi saat warga yang melihat kereta mendekat berusaha memperingatkan korban. Namun jarak sudah terlalu dekat untuk mencegah AS menyeberang.

 
Polisi Dalami Dugaan Depresi

Petugas jaga Stasiun Cisauk menjadi orang pertama yang melaporkan insiden tersebut ke polisi setelah melihat tubuh korban terpental akibat benturan.

Polisi kemudian melakukan olah TKP dan memintai keterangan sejumlah saksi. Dari pendalaman awal, korban diduga mengalami depresi.

“Korban diduga menabrakan diri ke kereta dan terdapat luka di bagian punggung akibat tertabrak kereta. Korban diduga mengalami depresi,” kata Dhady.

Jenazah AS telah dibawa ke rumah sakit untuk proses identifikasi lanjutan.

Baca juga: KPK Terjunkan Tim Awasi Penyaluran Bantuan untuk Korban Banjir Sumatera

 
Sorotan Akses Layanan Kesehatan Mental

Insiden ini kembali menyoroti pentingnya layanan kesehatan mental di masyarakat. Para ahli menilai akses terhadap layanan tersebut masih perlu diperluas, terutama bagi kelompok pekerja dengan tekanan kerja tinggi seperti ASN.

Penyelidikan polisi masih berlangsung untuk mengetahui kondisi korban sebelum kejadian serta latar belakang dugaan depresi yang dialaminya.

Kasus ini kembali mengingatkan pentingnya akses layanan kesehatan jiwa bagi masyarakat luas.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved