Jumat, 29 Mei 2026

Program Makan Bergizi Gratis

Tak Pusing Harga Bahan Baku Naik, Pemilik Dapur MBG Ini Ungkap Cara Mengatasinya

Sejak awal SPPG beroperasi , Jimmy Hantu ini berupaya menggunakan bahan lokal dalam mengolah MBG

Tayang:
Editor: Erik S
Tribunnews/Rina Ayu Panca Rini
BAHAN BAKU - Pemilik dua dapur MBG di Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sujimin saat ditemui di SPPG miliknya pada Selasa (16/12/2025). Sejak awal SPPG beroperasi , pria yang sering disapa Jimmy Hantu ini berupaya menggunakan bahan lokal. Sekitar 90 persen bahan baku berasal dari lingkungan sekitar. 

Jimmy pernah berbincang dengan seorang warga yang sengaja memelihara ayam untuk memenuhi kebutuhan sumber protein untuk keluarganya.

Bagi pengelola dapur MBG seperti dirinya, perubahan kecil ini menunjukkan program lokal ini bisa menggerakkan ekonomi dan menyentuh kebutuhan masyarakat.

Dua dapur MBG miliknya juga memberdayakan warga lokal sebagai pekerja.

Hampir 98 persen pekerja di dua dapur MBG itu adalah penduduk lokal.

Baca juga: Kepala BGN Lapor ke Prabowo: Anggaran MBG Papua Rp25 Triliun, 3 Kali Lipat Jawa

“98 persen pekerja di SPPG ini adalah warga lokal. Kami dari awal juga sudah mendaftarkan pekerja untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” tegas Jimmy.

Tribunnews.com yang langsung mengunjungi dapur SPPG miliki Jimmy, melihat bagaimana proses pembuatan MBG, distribusi, pengolahan limbah MBG hingga lahan pertanian dan peternakan milik Jimmy Hantu ini.

Dua SPPG ini menyiapkan sekitar 8.000 porsi MBG yang didistribusikan untuk 25 sekolah di kecamatan sekitar.

Berawal dari Program Rumah Cegah Stunting

Sebelum membangun dapur MBG, Sujimin lebih dulu menjalankan program Rumah Cegah Stunting.

Program ini memberikan makanan gratis bagi anak-anak stunting setiap hari.

Awalnya, bantuan diberikan dalam bentuk telur, ikan, dan beras kepada keluarga.

Namun, pendekatan tersebut belum menunjukkan hasil signifikan.

“Kami kasih telur, daging, beras, tapi tidak ada perubahan. Stunting tetap stunting,” ujarnya.

Strategi kemudian diubah. Anak-anak stunting dikumpulkan di satu tempat untuk mendapatkan makanan bergizi sekaligus edukasi gizi bagi keluarga. Hasilnya, pada bulan pertama, sekitar 57 persen anak yang sebelumnya stunting dinyatakan kembali ke kondisi normal.

Pengalaman tersebut menjadi dasar bagi Sujimin dalam membangun dapur MBG dengan pendekatan terintegrasi dari hulu ke hilir.

Baca juga: Jenguk Korban yang Ditabrak Mobil MBG, Prabowo Elus-elus Tangan Filio: Kamu Kenal Saya?

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved