Senin, 13 April 2026

Mudik Lebaran 2026

War Tiket Mudik Lebaran: Dari Begadang hingga Ganti Tanggal Pulang Kampung

Jim Renaldi dan keluarga misalnya, terpaksa menggeser tanggal mudiknya sebab kehabisan tiket kereta pulang ke Bandung, Jawa Barat.

Editor: Erik S
Tribunnews.com/Mario Christian Sumampow
Jim Renaldi dan ibunda, Henny di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (17/3/2026) 

Ringkasan Berita:
  • Fenomena “war tiket” terjadi saat mudik Lebaran, membuat pemudik kesulitan mendapatkan tiket kereta.
  • Sejumlah pemudik harus berebut tiket secara online hingga tengah malam dan bahkan mengubah jadwal keberangkatan.
  • Penjualan tiket kereta terus meningkat hingga mendekati penuh, meski masih tersedia kursi dan diskon untuk beberapa tanggal.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tak hanya saat hendak menonton konser musik, tapi fenomena war tiket juga terjadi bagi para pemudik yang hendak merayakan Lebaran di kampung halaman.

Jim Renaldi dan keluarga misalnya, terpaksa menggeser tanggal mudiknya sebab kehabisan tiket kereta pulang ke Bandung, Jawa Barat.

"Tanggal 15 itu tiket kereta sudah pada habis, makanya untuk yang paling terdekat di 17," kata Jim ditemui di kawasan Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (17/3/2026).

Untuk bisa dapat tiket, Jim mengeluarkan waktu dan tenaga ekstra untuk war tiket. Ia merasa mudik menggunakan kereta banyak peminatnya mudik lebaran 2026.

"Saya sempat war tiket juga sih, soalnya banyak banget yang pakai kereta sekarang," tuturnya.

Pria 29 tahun ini memesan tiket secara daring.

Ia harus selalu memuat ulang halaman situs pemesanan tiket, berjaga mengecek ketersediaan kursi korong atau tiket yang dibatalkan oleh calon penumpang lain.

"Jadinya harus nunggu lagi, refresh-refresh untuk nyari orang yang cancel gitu sih. Jadinya alhamdulillahnya sih dapet," tuturnya.

Jim mendapatkan tiket kereta untuk tiga orang dengan harga Rp800 ribu untuk satu kali keberangkatan.

Hal serupa juga dirasakan oleh Aeni dan Trisiana, rekan kerja yang hendak mudik ke Semarang, Jawa Tengah.

Mereka tak hanya memesan dua tiket, tapi 10 orang sekaligus.

Aeni dan Trisian di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (17/3/2026)
Aeni dan Trisian di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (17/3/2026) (Tribunnews.com/Mario Christian Sumampow)

"Kalau kita waktu itu nge-war bareng, bareng-bareng di kantor buat pulang bareng," ucap Aeni.

Untuk dapat tiket, mereka harus berjaga hingga tengah malam. Terkadang kondisi situs pemesanan tiket yang lag atau lamban juga jadi kendala.

"Harus standby dan kita tuh biasanya kalau nge-war tiket tuh standby dari jam 12 malam," ungkap Trisiana.

"Soalnya emang di sela-sela waktu itu kan jam segitu kan, ditambah juga pakai aplikasi yang KAI itu gitu kan juga ada beberapa kebijakan yang kadang tuh kita nge-lag dulu," sambung dia.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved