Niluh Djelantik: Anggota DPR Harusnya Tak Punya Saku Baju dan Celana Agar Tak Korupsi
Ni Luh Putu Ary Pertami atau Niluh Djelantik (42) punya bayangan sendiri tentang anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang ideal.
Penulis:
Gita Irawan
Editor:
Dewi Agustina
"Jadi kalau kamu ke sana sekarang tanya sama Admin, sama GM. Kamu tanya omsetnya berapa, mereka akan kasih tahu. Karena kita transparan. Bahkan office boy suatu hari akan jadi CEO kan, dan harus tahu harga. Nggak ada yang disembunyikan, no double book keeping," ungkap Niluh.
Baca: 15.000 Korban Meninggal Akibat Rokok, Jepang Perketat Peraturan Larangan Merokok Mulai Juni
Niluh mengatakan bahwa tujuannya terjun ke dunia politik dan memilih jalan untuk menjadi anggota legislatif adalah menghilangkan stigma terhadap wakil rakyat yang tidak merakyat.
Ia juga mengatakan bahwa pencitraan tidak bisa dibangun satu hari melainkan harus dibangun sejak lama dengan hidup seperti rakyat biasa.
Ia pun menyadari bahwa akan ada pihak yang menganggapnya terlalu berlebihan, namun ia juga menyadari bahwa di satu sisi akan ada orang-orang biasa yang menganggapnya bagian dari mereka
"Pencitraan itu nggak bisa dibangun dalam waktu satu hari. Orang perlu branding, tapi kita harus menjalaninya. Orang bilang pencitraan, tapi kita bilang itulah kita. Sebagian orang akan mengatakan tidak setuju karena dianggap lebay, tapi sebagian orang bahkan mengatakan dia salah satu dari kita. Nggak cuma pura-pura makan ketoprak di pinggir jalan," ungkap Niluh.
Peraih penghargaan dari Amerika Serikat Best Fashion Brand & Designer The Yak Awards 2010 tersebut mengatakan ingin menjadi wakil rakyat karena memang ingin menjadi pelayan.
Ia mencontohkan bahwa selama menjadi pimpinan merek dagang sepatu Niluh Djelantik sejak tahun 2003 ia memang menganggap dirinya pelayan.
Bahkan ia mengaku karyawannya bebas menyuruhnya apapun asalkan saling menghormati dan menghargai, tidak boleh mencela fisik, dan tidak boleh menggosip.
"Mbok tolong bawain sepatu sepuluh pasang. Mbak aku lagi packing, bisa nggak tolong ini disapu," ungkap Niluh mencontohkan permintaan karyawannya kepadanya.
Baca: Sidang First Travel Berlanjut Pemeriksaan Tiga Bos Andika, Anniesa dan Kiki Hasibuan
Istri dari Louis Kieffer itu sendiri merupakan satu dari 105 orang yang mengikuti seleksi wawancara untuk menjadi anggota legislatif yang diadakan PSI.
Niluh tiba di Jakarta pada Sabtu (21/4/2018) dan harus kembali ke Bali usai menyelesaikan wawancara yang digelar pada Minggu (22/4/2018) sore.
Dalam seleksi wawancara tersebut, Niluh diuji oleh Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni dan tim panitia seleksi independen Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia Mari Elka Pangestu serta pelopor pendiri Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Bivitri Susanti.
Dalam wawancara yang berlangsung sekitar 20 menit itu Niluh mengaku sempat ditanya oleh Mari dan Bivitri terkait tindakan nyata yang akan dilakukannya ketika menjadi anggota DPR nanti.