Pemilu 2019

Pemilu Serentak 2019 Telan Banyak Korban Jiwa, KPU Usul 3 Opsi Ini pada Pemilu Berikutnya

Ia mengusulkan tiga opsi sistem yang diharapkan bisa lebih meringankan pekerjaan para penyelenggara Pemilu.

Pemilu Serentak 2019 Telan Banyak Korban Jiwa, KPU Usul 3 Opsi Ini pada Pemilu Berikutnya
Tribunnews.com/Rina Ayu
Anggota KPU RI, Viryan Azis, di kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Sabtu (15/9/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisioner KPU RI, Viryan Aziz berharap ratusan petugas penyelenggara Pemilu yang tertimpa musibah bahkan hingga meninggal dunia, tak lagi terulang di Pemilu berikutnya.

Negara, kata dia, perlu menghadirkan sistem yang dapat mengurangi beban berat mereka.

Ia mengusulkan tiga opsi sistem yang diharapkan bisa lebih meringankan pekerjaan para penyelenggara Pemilu.

Yakni penggunaan teknologi informasi dalam Pemilu seperti e-voting, e-counting dan e-rekap.

"Opsinya ada tiga. Penggunaan teknologi informasi dalam Pemilu, pertama e-voting, kedua e-counting, ketiga e-rekap," kata Viryan di KPU RI, Jakarta Pusat, Selasa (23/4/2019) malam.

Baca: KPU: Pemilu Serentak dengan Lima Kotak Suara Cukup Sekali Saja, Jangan Lagi Dilaksanakan

Pada opsi sistem e-voting, pemungutan surat suara Pemilu memakai perangkat elektronik.

Keterlibatan petugas di TPS cukup minim dalam sistem ini.

Sementara usulan opsi sistem e-counting dimaknai pemungutan suara tetap menggunakan surat suara fisik.

Namun para petugas di TPS hanya sebatas bekerja pada tahap pemungutan suara saja.

Setelahnya, proses penghitungan surat suara dilakukan secara elektronik.

Halaman
12
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved