Demo Tolak RUU KUHP dan UU KPK

Tak Setuju Perppu KPK, Sejumlah Presiden BEM Universitas di Jakarta Pilih Judicial Review ke MK

Pilihan tempuh jalur judicial review ke Mahkamah Konstitusi soal UU KPK, merupakan hasil diskusi 17 BEM Universitas di Jakarta.

Tak Setuju Perppu KPK, Sejumlah Presiden BEM Universitas di Jakarta Pilih Judicial Review ke MK
Tribunnews.com/Danang Triatmojo
Jumpa pers Forum BEM Mahasiswa Jakarta (Forbes). 

Pertama, mahasiswa Jakarta menolak segala tindakan inkonstitusional dan gerakan-gerakan aksi anarkis yang merusak fasilitas dan mengganggu ketertiban umum dengan maksud menggagalkan pelantikan presiden dan wakil presiden yang sah sesuai ketetapan KPU.

"Kedua, mahasiswa Jakarta meminta presiden Joko Widodo untuk tidak menerbitkan Perppu KPK dan tidak terpengaruh oleh desakan-desakan yang dihadirkan oleh oknum yang ingin memecah belah rakyat dengan pembenturan lembaga negara," tutur Gawi.

Ketiga, mahasiswa mendesak elite golongan agar memilih jalan terbaik tanpa membenturkan lembaga negara, melalui jalur JR di MK dan mengikuti mekanisme hukum yang berlaku sesusai undang-undang, jika terdapat kekurangan atau bahkan kesalahan dalam proses legal drafting Undang-Undang KPK.

"Kami juga mendorong MK menggunakan kewenanganya dengan seadil-adilnya dan sebijak-bijaknya," katanya.

Poin keempat, mahasiswa Jakarta mendesak pihak kepolisian untuk menindak tegas provokator massa aksi dan pelaku perusakan fasilitas umum atau bahkan penyerangan terhadap petugas. Demi terciptanya kondusifitas ibu kota negara.

Poin kelima, mahasiswa mengajak dan mengimbau seluruh mahasiswa dan masyarakat untuk membaca serta memverikasi terlebih dahulu semua informasi yang tersebar di berbagai media, baik media massa maupun media sosial.

Sebagai informasi, 17 BEM anggota Forbes Mahasiswa Jakarta, meliputi BEM Azzahra, BEM Assafiiyah, BEM Swadaya, BEM UIJ, BEM UIC, BEM 17 Agustus, BEM UTIRA, BEM UNISIA, BEM UNIJ, BEM Fakultas Hukum UBK, BEM Persada, BEM STIH Lenteng Agung, BEM UNIAT, BEM Borobudur, BEM STMIK, BEM Empu Tantular dan BEM YAI.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved