Eksklusif Tribunnews

Teten Masduki: Kalau Ditugaskan Pak Jokowi Hari Ini Harus Selesai Kemarin

Beliau kan orang yang berorientasi pada hasil. Ini kan realiatas politik begitu. KPK tidak bisa dipisahkan dari realitas politik.

Teten Masduki: Kalau Ditugaskan Pak Jokowi Hari Ini Harus Selesai Kemarin
Tribunnews/JEPRIMA
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki saat wawancara khusus bersama tim Tribunnews di Kantor Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (18/11/2019). Pada kesempatan tersebut Teten Masduki menjelaskan mengenai program-program yang akan dijalankannya untuk mengembangkan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang sudah ada. Tribunnews/Jeprima

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-Teten Masduki kini tak lagi menempati posisi sebagai Koordinator Staf Khusus Presiden dan Kepala Staf Presidenan (KSP) yang sehari-hari berkantor di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Setelah menjabat Menteri Kopersi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), ia mengaku jarang berkomunikasi langsung dan khusus dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Baca: Teten Masduki: Beruntung Anak-anak Saya belum Ngerti Duit

Namun mantan Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) itu mengaku pernah memberi masukan kepada Jokowi ketika terjadi polemik mengenai revisi Undang-undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dilakukan DPR periode 2014-2019.

Apakah sekarang ini pernah dimintai masukan soal Undang-undang KPK dan kontroversinya?

"Ah, sekarang kan saya sudah jadi badui luar (maksudnya sudah tidak berada di lingkar dalam Istana). Saya diminta fokus mengurus ini (Kementerian Koperasi-UKM) sekarang," ujar Tetan Masduki dalam wawancara eksklusif dengan Tribun Network, Senin (19/11). Berikut lanjutan petikan wawancara dengan Teten Maskudi.

Apakah Anda pernah diajak bicara oleh Presiden Jokowi soal Undang-undang KPK?
Begini, setelah Pilpres 2019, saya sebenarnya sudah hampir jarang bertemu dengan Presiden. Namun saya bersama staf khusus yang lain pernah diminta pendapat mengenai revisi Undang-undang KPK. Saya bilang waktu itu, "Wah ini bakal ramai Pak."

Waktu itu Anda memberi masukan apa?
Waktu itu saya beri masukan agar jangan terlalu terburu‑buru (melakukan revisi Undang-undang KPK) karena ini masalah yang sangat besar.

Baca: Menkop UKM Teten Masduki: Saya Tidak Punya Interest Apa pun Terkait Munas Dekopin

Masa kerja DPR periode 2014-2019 sudah mau habis ketika dilakukan revisi Undang-undang KPK. Terlalu pendek untuk membahas masalah yang sangat besar.Semua staf khusus memberikan masukan. Kemudian Pak Presiden mengundang para tokoh. Meminta masukan juga.

Aktivis ICW dan pegiat antikorupsi lainnya menyampaikan sesuatu tidak lewat Anda soal revisi Undang-undang KPK?
Iya, saya juga menjadi anggota beberapa grup Whatsapp lah. Saya nangkep juga aspirasi mereka.

Baca: Menkop dan UKM: Korupsi Rawan Terjadi Saat Perencanaan dan Implementasi Anggaran serta Kebijakan

Sekarang ini Anda masih diminta masukan?
Istilahnya, saya kan sekarang sudah badui luar. Saya diminta fokus ngurusin ini (Kementerian Koperasi-UKM).

Newspaper Director Tribun Network Febby Mahendra Putra (kiri) dan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki saat membuat vog bersama usai wawancara khusus bersama tim Tribunnews di Kantor Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (18/11/2019). Pada kesempatan tersebut Teten Masduki menjelaskan mengenai program-program yang akan dijalankannya untuk mengembangkan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang sudah ada. Tribunnews/Jeprima
Newspaper Director Tribun Network Febby Mahendra Putra (kiri) dan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki saat membuat vog bersama usai wawancara khusus bersama tim Tribunnews di Kantor Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (18/11/2019). Pada kesempatan tersebut Teten Masduki menjelaskan mengenai program-program yang akan dijalankannya untuk mengembangkan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang sudah ada. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/JEPRIMA)
Halaman
123
Penulis: Reza Deni
Editor: Rachmat Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved