Diskon Masa Hukuman dari MA untuk Idrus Marham Bikin KPK Kecewa

KPK tetap menghormati MA secara kelembagaan. Terutama majelis hakim yang mengambil keputusan tersebut.

Diskon Masa Hukuman dari MA untuk Idrus Marham Bikin KPK Kecewa
Tribunnews.com/ Ilham Rian Pratama
Mantan Menteri Sosial Idrus Marham seusai diperiksa di Gedung Merah Putih KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (15/5/2019) (Tribunnews.com/ Ilham Rian Pratama) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku kecewa atas keputusan Mahkamah Agung (MA) yang memangkas masa hukuman Idrus Marham.

"Kalau dilihat, dibandingkan putusan dua tahun dengan putusan di tingkat banding, apalagi dengan tuntutan KPK, tentu wajar bila kami sampaikan KPK cukup kecewa dengan turun secara signifikannya putusan di tingkat kasasi ini," ucap Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (3/12/2019).

Kendati kecewa, Febri menuturkan KPK tetap menghormati MA secara kelembagaan. Terutama majelis hakim yang mengambil keputusan tersebut.

"Tinggal ke depan, KPK berharap ada kesamaan visi antar semua institusi kalau kita bicara soal bagaimana memaksimalkan efek jera terhadap pelaku korupsi," tuturnya.

Kata Febri, jika seorang koruptor sudah terbukti bersalah, tentu harapannya bisa dijatuhkan hukuman semaksimal mungkin sesuai dengan perbuatannya.

Baca: KPK Ingatkan Staf Khusus Jokowi dan Maruf Amin Soal Pelaporan Harta Kekayaan

"Ini harapannya bisa menjadi kontemplasi ke depan agar kerja yang dilakukan penyidik, penuntut umum, hakim di tingkat pertama, di tingkat kedua sampai di tingkat kasasi itu berada dalam visi yang sama soal pemberantasan korupsi," kata dia.

KPK, tentu saja kata Febri, akan mempelajari putusan itu lebih lanjut. Hanya saja, hingga saat ini pihak penuntut umum belum menerima salinan putusannya. Sejauh ini, Febri menambahkan, belum ada bahasan lebih lanjut soal pengajuan PK (Peninjauan Kembali).

"Belum ada pembahasan soal PK, kami akan pelajari nanti salinan putusan dan akan kami laksanakan, meskipun tadi ada beberapa catatannya," Febri memungkasi.

Diberitakan sebelumnya, MA mengabulkan permohonan kasasi terdakwa kasus suap PLTU Riau-1 Idrus Marham. Dengan begitu, hukuman mantan Menteri Sosial itu 'disunat' menjadi 3 tahun pidana penjara, setelah sebelumnya mendapat hukuman 5 tahun dari Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

Halaman
12
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved