BPK: Penghitungan Kerugian Negara Kasus RJ Lino Sudah Selesai Tahun Lalu

Ia juga menyebut, laporan hasil audit kerugian keuangan negara kasus ini telah diserahkan pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

BPK: Penghitungan Kerugian Negara Kasus RJ Lino Sudah Selesai Tahun Lalu
Harian Warta Kota/henry lopulalan
RJ LINO DI PRIKSA DI KPK - Mantan Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Richard Joost (RJ) Lino berada di ruang tunggu untuk menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (5/2/2016). RJ Lino akan diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Quay Container Crane di PT Pelindo II. Warta Kota/henry lopulalan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyatakan sudah merampungkan penghitungan kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan tiga unit Quay Container Crane (QCC) di PT Pelindo II tahun 2010 yang menjerat eks Direktur Utama Richard Joost Lino (RJ Lino).

"Sudah selesai (audit) semuanya ini. Kerugian keuangan negara juga sudah selesai," kata Anggota III BPK Achsanul Qosasi saat dikonfirmasi, Jumat (3/1/2020).

Achsanul menegaskan BPK telah menyelesaikan audit tersebut pada 2019. Ia juga menyebut, laporan hasil audit kerugian keuangan negara kasus ini telah diserahkan pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Baca: Kasus Suap Impor Bawang Putih: KPK Pertimbangkan Panggil Putra Megawati

"Sudah selesai setahun yang lalu kalau enggak salah. Ya sudah (diserahkan ke KPK)," kata Achsanul.

Namun demikian, Achsanul tak ingat terkait rincian hasil laporan tersebut lantaran pihaknya telah merampungkan laporan itu sejak tahun lalu.

Baca: Lili Pintauli Komentari Isu Kubu-Kubuan di Internal Usai Firli Bahuri Jadi Ketua

"Oh lupa saya (rincian hasilnya). Itu sudah lama, tahun lalu (sudah selesai). Kita sudah enggak bahas itu lagi. Sudah selesai (laporan) kerugian keuangan negaranya sudah selesai," pungkas Achsanul.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri sampai berita ini ditulis belum memberikan keterangan terkait pernyataan Achsanul Qosasi.

Dikabarkan sebelumnya, KPK mengaku kesulitan untuk merampungkan berkas perkara RJ Lino.

Penyebabnya, lembaga antirasuah itu masih menunggu penghitungan audit keuangan negara dari BPK.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua KPK Alexander Mawarta saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR RI di Kompleks MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan pada Rabu (27/11/2019).

Halaman
12
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved