Usai Kunjungi Menko Polhukam Mahfud MD, Dubes Iran Singgung Mayjen Qasem Soleimani

Duta Besar Republik Islam Iran Mohammad Azad menyinggung terkait pembunuhan Komandan Pasukan Quds Mayor Jenderal Qasem Soleimani

Usai Kunjungi Menko Polhukam Mahfud MD, Dubes Iran Singgung Mayjen Qasem Soleimani
NY Daily / New York Times
Iran bersumpah akan membalaskan dendam atas kematian Qasem Soleimani. Merekapun menggelar sayembara Rp 1,1 triliun untuk kepala Donald Trump. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Duta Besar Republik Islam Iran Mohammad Azad menyinggung terkait pembunuhan Komandan Pasukan Quds Mayor Jenderal Qasem Soleimani oleh militer Amerika Serikat pada 3 Januari 2020 lalu.

Ia menyinggung hal tersebut dalam kaitannya dengan situasi Timur Tengah saat ini.

Selain itu ia juga menegaskan Iran tetap akan bertahan dari serangan Amerika Serikat ke Iran.

Hal itu disampaikannya usai berdiskusi dengan Menteri Kordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengenai pengembangan kerjasama antara Iran dan Indonesia di kantor Kemenko Polhukam Jakarta Pusat pada Selasa (21/1/2020).

Baca: Pasca Membunuh Qaseem Soleimani, Amerika Tak Bisa Nyaman Lagi di Timur Tengah

"Seperti yang diketahui Iran ditekan secara perekonomian yang luar biasa yang kami namakan terorisme perekonomian. Begitu juga Iran diserang oleh Amerika Serikat, Mayjen Soleimani telah diteror oleh mereka, tetapi Iran telah menunjukkan tetap akan bertahan," kata Azad.

Ia mengatakan, untuk itu Iran telah memberikan respon tegas kepada Ameriksa Serikat.

Ia pun menegaskan Iran tidak ingin berperang dan tidak ingin memulai perang.

Untuk itu ia mengatakan, Iran tengah mengadakan sebuah forum dialog antara negara kawasan yang bertujuan untuk memelihara keamanan dan perdamaian.

"Tentu Iran tidak akan ingin berperang, tidak akan ingin mulai berperang. Dan dalam keadaan seperti ini juga iran mengadakan sebuah forum dialog namanya teheran dialog forum yang mengajak kerjasama seluruh negara negara kawasan untuk memelihara keamanan dan perdamaian," kata Azad.

Dalam pertemuannya dengan Mahfud, ia mengatakan telah berdiskusi tentang perayaan hubungan diplomatik antara Iran dan Indonesia yang akan memasuki tahun ke-70 pada tahun ini.

Selain itu, ia pun ingin meningkatkan kerjasama antara Iran dan Indonesia.

"Seperti yang diketahui Iran dan Indonesia telah memulai hubungan diplomatiknya sejak 1950. Tahun 2020 kami akan merayakan 70 tahun hubungan diplomatik dan tentu ingin meningkatkan kerjasama kami dengan indonesia di berbagai dimensi," kata Azad.

Penulis: Gita Irawan
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved