Pemulangan WNI Eks ISIS

Anggota DPR: Negara harus Hormati Hak Asasi Eks ISIS Mau Jadi Warga Negara Lain

Harus hati-hati, karena belum tentu mereka juga berkeinginan untuk kembali. Karena mereka sudah mendaulatkan diri menjadi pejuang asing, membakar pasp

Anggota DPR: Negara harus Hormati Hak Asasi Eks ISIS Mau Jadi Warga Negara Lain
Twitter/of_crowned
Ilustrasi ISIS 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Pemerintah harus menghormati hak asasi manusia (HAM) dari 600 Warga Negara Indonesia (WNI) eks ISIS untuk tidak mau pulang ke tanah air.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi I DPR Fraksi PDI Perjuangan Rudianto Tjen saat ditemui di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat (7/2/2020).

"Tentu negara harus menghormati hak asasi mereka untuk bertekad menjadi warga negara lain," ujar politikus PDI Perjuangan ini.

Untuk itu negara harus sangat hati-hati terhadap WNI eks ISIS.

Apalagi mereka sudah mendaulatkan diri menjadi pejuang asing, dan membakar paspor.

Baca: Jebak PSK, Anggota DPR Andre Rosiade Dapat Dijerat Pidana

"Harus hati-hati, karena belum tentu mereka juga berkeinginan untuk kembali. Karena mereka sudah mendaulatkan diri menjadi pejuang asing, membakar paspor," jelas Rudianto.

Kalau pun ada yang ingin kembali, dia memberikan catatan, tentu saja harus diproses sesuai aturan UU yang berlaku.

Paling penting tegas dia, harus memastikan paham edeologi eks ISIS ini harus sesuai ediologi Republik Indonesia, Pancasila, NKRI, dan UUD 1945.

Baca: Jokowi Tolak Pulangkan 600 WNI Eks ISIS, Fadli Zon Menilai Banyak yang Jadi Korban: Jangan Begitulah

"Memang kita harus sangat hati-hati terhadap WNI eks ISIS, karena belum tentu mereka juga berkeinginan untuk kembali. Negara harus menghormati hak asasi mereka untuk bertekat menjadi warga negara lain," tegasnya.

Jokowi Tak Ingin Pulangkan Eks ISIS

Halaman
12
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved