Virus Corona

Pemerintah Jamin Kebutuhan WNI yang Diobservasi di Natuna, Rp 300 Ribu Perhari Uang Makan

Mereka terjamin dari sisi keamanan, kenyamanan, atau dari makanan yang dikonsumsi. Indeks perhari, mereka dapat 100.000, artinya tiga kali makan

Pemerintah Jamin Kebutuhan WNI yang Diobservasi di Natuna, Rp 300 Ribu Perhari Uang Makan
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) asal Wuhan, Hubei, China beraktivitas di depan Hanggar Pangkalan Udara Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Selasa (4/2/2020). Menurut data Kementerian Kesehatan bahwa 238 orang WNI yang menjalani proses observasi sebagai antisipasi tertular virus Corona bahwa kesehatannya dalam keadaan baik dan sehat, tidak ada satupun dari mereka yang menunjukkan gejala infeksi seperti demam, batuk dan pilek. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Plt Deputi V KSP Jaleswari Pramodhawardani mengatakan bahwa pemerintah menjamin kebutuhan observasi WNI yang dievakuasi dari Wuhan di Natuna.

Pemerintah memberikan biaya setiap orangnya Rp 300 ribu perhari untuk makan.

"Mereka terjamin dari sisi keamanan, kenyamanan, atau dari makanan yang dikonsumsi. Indeks perhari, mereka dapat 100.000, artinya tiga kali makan 300.000," kata Jaleswari di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (7/2/2020).

Baca: PSK yang Saat Digerebek Libatkan Andre Rosiade Kerap Didatangi Tamu sejak Kasusnya Jadi Sorotan

Pernyataan tersebut menurut Jaleswari untuk menggambarkan bahwa para WNI tersebut terjamin kesejahteraannya.

Selain itu menurutnya, para WNI yang observasi juga memiliki kegiatan sehari-hari yang normal.

Baca: Jakarta Banjir Lagi, Gubernur Anies Baswedan Disebut Tak Bisa Kerja dan Pimpin Anak Buah

"Mereka olahraga, melakukan karaoke maupun kegiatan yang sebetulnya sudah terjadwal. Bagaimana kita punya empati dan kepedulian terhadap saudara kita yang sebenarnya mereka sehat namun karena protokol WHO kita harus patuh," katanya.

Ia mengatakan petugas yang membantu observasi para WNI berjumlah 112 orang. Mereka membantu memberikan pelayanan di satuan tugas yang dibentuk. 

"Kalau di media masih 87 orang namun sebetulnya ada 112 orang yang membantu terlibat menemani dan berikan pelayanan kesehatan dan pelayanan psikologi. Bentuknya ada satgas kesehatan, dokter, psikolog, PMI, dan lain lain. Semuanya bersatu untuk melalui ini," pungkasnya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved