Breaking News:

Mendagri: 99 Persen Data WNI Sudah Terekam di Dukcapil Kecuali Beberapa Daerah di Pegunungan Papua

Tito Karnavian menjelaskan database Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) banyak dimanfaatkan untuk validasi data

Puspen Kemendagri.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. 

Data juga dipakai Kemenko Perekonomian untuk mendistribusikan kartu pra kerja.

Banyak daerah juga mengakses dan menggunakan data untuk menyalurkan bansos di daerah masing-masing seperti Jabar, Jatim, Jateng dan lain-lain.

"Dalam proses ini tentu membutuhkan koordinasi cepat. Nah ini masalahnya ada yang cepat, ada juga yang lambat, karena salah satu penyalurannya memang harus cepat dan tepat sasaran," katanya.

Mengumpulkan data menurutnya memang bukan tugas yang mudah.

Peran kepala daerah menjadi penting untuk menyinkronkan, memvalidasi dan mengirimkan data dengan cepat.

Setelah itu kepala daerah juga harus menyinkronkan semua skema yang masuk ke daerah masing-masing, baik dari pusat, provinsi maupun kabupaten, kota dan desa/kelurahan.

Baca: Mensos Akan Salurkan Bansos Tunai 3 Bulan Sekaligus Kepada Masyarakat di Wilayah Terpencil

"Untuk bisa cepat dan tepat sasaran di bawah juga harus memberikan updating data dan validasi yang cepat dan tepat terkait penerima manfaatnya. Ini problem karena menyakut ratusan Pemda menyangkut kecamatan jumlahnya lebih dari 6 ribu, dan menyangkut desa yang lebih dari 70 ribu," kata Mendagri

Mendagri pun mengimbau para kepala daerah agar mampu berkreasi dan berinovasi untuk menjawab kompleksnya permasalahan yang dihadapi.

Khususnya dalam penyaluran bansos dengan berprinsip pada transparansi dan kecepatan.

"Saya yakin sudah banyak berbuat tapi salah satu contoh yang baik saya kira adalah apa yang dikerjakan di Kabupaten Banyuwangi oleh Bupati Banyuwangi," katanya.

Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved