Sabtu, 30 Agustus 2025

CSIS dan ICW Kritik Seleksi Anggota BPK yang Cenderung Akomodir Kader Partai

Proses seleksi anggota Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia mengakomodir kader partai politik untuk menjadi calon anggota BPK menuai kritik

Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Wahyu Aji
dok. Kompas.com
Ilustrasi - Gedung Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). 

Berdasarkan informasi dari Komite IV DPD RI, satu calon anggota BPK RI yang mengundurkan diri dari pencalonan adalah Anggito Abimanyu.

Pada Rabu 29 Juni 2022, fit and proper terhadap Abdul Rahman Farisi, Erryl Prima Putera Agoes, Wahyu Sanjaya, Dori Santosa, dan Ahmadi Noor Supit.

Namun disayangkan nama-nama calon anggota BPK yang lolos untuk mengikuti seleksi di DPR sebagian besar merupakan kader partai politik

Bukan tahun ini saja seleksi anggota BPK didominasi kader partai politik.

Pada tahun 2019 lalu, lima anggota BPK yang terpilih bahkan mayoritas juga berasal dari kader partai politik.

Baca juga: Formappi Soroti Seleksi Anggota BPK di DPR, Khawatir Dijadikan Tunggangan Politik

Kelima anggota BPK yang terpilih yakni Pius Lustrilanang (Gerindra) dengan 43 suara, Daniel Tobing (PDIP) 41 suara, Hendra Susanto (internal BPK) 41 suara, Aqsanul Qosasih (Demokrat) 31 suara dan Harry Azhar Aziz (Golkar) 29 suara.

Dari kelima anggota baru BPK tersebut, empat di antaranya ternyata berasal dari partai politik bahkan ada sedang menjadi anggota DPR saat ini.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan