Minggu, 31 Agustus 2025

Temuan Komnas HAM Soal Kasus Mutilasi 4 Warga di Mimika: Asal Usul Senjata Api Hingga Bisnis Solar

Komnas HAM mengungkap hasil temuannya terkait kasus pembunuhan dan mutilasi empat warga Mimika Papua yang melibatkan enam oknum TNI dan 3 sipil.

Editor: Adi Suhendi
Tribunpapua.com/ tribunnews.com
Proses rekonstruksi kasus mutilasi 4 warga di Mimika (kiri) dan Konferensi pers Komnas HAm soal kasus mutilasi di Mimika. Komnas HAM membeberkan hasil temuannya terkait kasus pembunuhan dan mutilasi warga di Mimika yang menyeret oknum TNI. 

"Jadi ini ada upaya juga untuk menghilangkan barang bukti dan sebagainya," kata dia.

4. Pembagian uang

Komnas HAM pun mengungkap adanya pembagian uang hasil tindak kejahatan dalam kasus pembunuhan dan mutilasi tersebut.

"(Adanya informasi) pembagian uang bagi para pelaku dari hasil tindakan kejahatan yang dilakukan," kata Beka Ulung Hapsara.

Komnas HAM pun mendapatkan keterangan mengenai peranan masing-masing pelaku, pelaku yang menginisiasi tindakan tertentu, dan penentuan lokasi.

"Pelaku sipil juga mendapatkan informasi bahwa Roy Marthen Howai bukan aktor utama dalam peristiwa tersebut," kata dia.

5. Terkait Bisnis Solar

Komisioner Komnas HAM M Choirul Anam mengatakan hubungan pelaku sipil dan pelaku anggota TNI merupakan rekan bisnis.

"Berdasarkan tinjauan lokasi terdapat drum untuk penampungan solar dan grup Whats App terkait bisnis solar tersebut," kata Anam.

Anam pun menunjukkan foto lokasi yang disebut Mako oleh para pelaku.

Lokasi Mako tersebut diketahui merupakan bengkel las dan penampungan solar di Nawaripi milik seorang pelaku.

Baca juga: Komnas HAM: Perencanaan Pembunuhan dan Mutilasi 4 Warga di Mimika Dilakukan Beberapa Kali

Dari drum-drum tersebut, kata dia, tercium aroma solar dari sisa solar.

"Ini di tempat ini terdapat (drum) jumlahnya 23 biji. Belum lagi ada satu tempat di sini yang sangat besar. Masing-masing drum ini bisa memuat sekitar 1.000 liter. Jadi kalau ada 23, sekitar 23 ribu liter, ditambah satu yang gede sekali itu sekira 5 ribu, sehingga 28 ribu solar," kata Anam.

Anam menjelaskan lokasi tersebut dekat juga dengan pelabuhan dengan kapal-kapal laut yang membutuhkan solar.

"Jadi kita temukan memang ada rekanan bisnis terkait solar. Itu tidak hanya drum-drum ini di tempat lokasi mereka rapat dan sebagainya tapi juga grup Whats App yang dalam grup Whats App itu juga membicarakan bisnis solar ini," kata Anam. (Tribunnews.com/ Gita Irawan)

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan