Kasus di Mahkamah Agung

Pengakuan Pengacara yang Jadi Tersangka Dugaan Suap Perkara di MA: Korban Buruknya Hukum Indonesia

Yosep meminta maaf kepada pengacara di Indonesia atas perilakunya dan berjanji akan membuka kasus suap ini. Ia pun mengaku memiliki moral rendah.

YouTube Kompas.com
Tersangka dugaan suap perkara di Mahkamah Agung (MA), Yosep Parera. Yosep meminta maaf kepada pengacara di Indonesia atas perilakunya dan berjanji akan membuka kasus suap ini. Ia pun mengaku memiliki moral rendah. 

Sementara terkait hubungan dengan Hakim Agung, Sudrajad Dimyati, Yosep mengaku tidak mengenalnya.

Ketua KPK, Firli Bahuri (depan, kiri) menyaksikan petugas menunjukkan barang bukti terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA), di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (23/9/2022) dini hari. KPK menahan 6 tersangka dari 10 orang yang ditetapkan sebagai tersangka yang di antaranya yakni Hakim Agung Mahkamah Agung, Sudrajad Dimyati terkait kasus dugaan suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung dengan barang bukti uang 205 ribu SGD dan Rp 50 juta. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua KPK, Firli Bahuri (depan, kiri) menyaksikan petugas menunjukkan barang bukti terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA), di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (23/9/2022) dini hari. KPK menahan 6 tersangka dari 10 orang yang ditetapkan sebagai tersangka yang di antaranya yakni Hakim Agung Mahkamah Agung, Sudrajad Dimyati terkait kasus dugaan suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung dengan barang bukti uang 205 ribu SGD dan Rp 50 juta. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Diberitakan Tribunnews sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta dan Semarang pada Rabu (21/9/2022).

Adapun dugaan suap ini terkait perkara pidana dan gugatan perdata soal aktivitas Koperasi Simpan Pinjam Intidana (ID) di Pengadilan Negeri Semarang yang diajukan debitan Koperasi Simpan Pinjam Intidana, Heryanto Tanaka dan Ivan Dwi Kusuma Sujanto.

Keduanya pun diwakili kuasa hukumnya yaitu Yosep Parera dan Eko Suparno.

Lantaran Heryanto dan Eko belum puas akan hasil pesidangan di Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi, mereka pun mengajukan kasasi ke MA.

Baca juga: Konstruksi Lengkap Kasus Suap Hakim Agung Sudrajad Dimyati: Penangkapan Serentak di Jakarta-Semarang

Kemudian, Yosep dan Eko pun memberikan sejumlah uang kepada salah satu pegawai MA, Desy Yustria.

Desy pun turut mengajak pegawai Kepaniteraan MA Muhajir Habibie dan Panitera Pengganti MA Elly Tri Pangestu agar menjadi penghubung penyerahan uang ke majelis hakim.

Para pegawai MA ini diduga menjadi representasi Hakim Agung, Sudrajad Dimyati.

Menurut Ketua KPK, Firli Bahuri, Yosep dan Eko memberikan uang sebesar 202 ribu dolar AS atau Rp 2,2 miliar ke Desy.

Adapun penyerahan uang tersebut agar putusan yang diharapkan Yosep dan Eko dikabulkan dengan menguatkan putusan kasasi yang sebelumnya menyatakan koperasi simpan pinjam Intidana pailit.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved