Mahfud Minta PT Bali Tower Lebih Manusiawi Selesaikan Kasus Kabel Jalanan yang Buat Bisu Sultan
Kasus Sultan Rifat Al-fatih (20) mahasiwa yang bisu akibat terkena kabel di sepanjang Jalan Antasari dan kasus driver ojol di Palmerah jadi atensi
Penulis:
Galuh Widya Wardani
Editor:
Whiesa Daniswara
Pihaknya tak ingin kejadian ini terulang yang memakan korban lainnya lagi.
"Pertama, akui kalau itu kesalahan dari Bali Tower secara terbuka."
"Kedua, dia minta maaf secara terbuka supaya tidak ada Sultan-Sultan lain, karena pengendara sepeda motor di Jakarta banyak, maka akan terjadi lagi, terjadi lagi," kata Tegar.
Kemudian pada poin ketiga, Tegar menegaskan sejatinya jika pihak PT Bali Towerindo ingin membicarakan kompensasi dengan korban, maka keluarga korban dan Tegar pun akan terbuka.
Akan tetapi, hal itu mesti disampaikan secara baik-baik.
"Lu minta maaf lah kalau salah, jangan kemudian kirim orang mencoba membungkam korban dengan sejumlah uang, itu kan bukan cara-cara bertanggung jawab."
"Jadi pertanggungjawaban yang kita minta itu tadi ngaku salah secara terbuka dan minta maaf secara terbuka kemudian baru bicara kompensasi dan sebagainya," tegas Tegar.
Diketahui selain Sultan, ada pula kasus seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Vadim (38) tewas setelah terkena kabel yang menjuntai di Jalan Brigjen Katamso, Palmerah, Jakarta Barat pada Sabtu (29/7/2023) dini hari.
Atas Kejadian itu korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Pelni, Jakarta Barat.
Namun, nahas nyawanya tak tertolong akibat kecelakaan tersebut.
Polisi hingga kini masih mendalami penyebab kematian Vadim.
Termasuk siapa pihak yang bertanggung jawab atas kejadian ini.
(Tribunnews.com/Galuh Widya Wardani/Fahmi Ramadhan/Abdi Ryanda Shakti)(TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.