Band Sukatani Diintimidasi
Novi 'Twisted Angel' Dipecat sebagai Guru Bukan karena Aurat, tapi Gegara Jadi Personel Sukatani
Novi Twisted Angel ternyata dipecat bukan karena pelanggaran aurat, tetapi lantaran menjadi personel Band Sukatani.
Penulis:
Yohanes Liestyo Poerwoto
Editor:
Nuryanti
TRIBUNNEWS.COM - Band punk asal Purbalingga, Jawa Tengah, Sukatani, memberi penjelasan terkait pemecatan terhadap salah satu personelnya yaitu Novi Citra alias Twisted Angel sebagai guru di SD IT Mutiara Hati di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.
Pihak Sukatani mengatakan dipecatnya Novi bukan karena dirinya melanggar kode etik berupa membuka auratnya.
Namun, pemecatan Novi lantaran yang bersangkutan merupakan personel band Sukatani.
Hal ini disampaikan oleh Sukatani di akun Instagram resminya pada Minggu (1/3/2025).
"Kami meluruskan bahwa Twister Angel benar-benar diberhentikan (Pemutusan Hubungan Kerja) secara sepihak oleh Yayasan tempatnya mengajar dengan alasan 'Twister Angel termasuk salah satu personel Sukatani Band Punk'," ujar Sukatani.
Selain itu, Novi juga tidak diberi kesempatan untuk memberikan keterangannya ke pihak sekolah terkait dirinya menjadi personel Sukatani.
Bahkan, dalam surat pemecatan yang diterima Novi, tidak dijelaskan apakah pemecatan oleh pihak sekolah akibat yang bersangkutan menjadi personel Sukatani.
"Bahkan, dalam surat pemecatan yang diterima sama sekali tidak menjelaskan apakah keikutsertaan Twister Angel sebagai personel Sukatani sebagai pelanggaran berat," jelasnya.
Dengan adanya pernyataan dari Sukatani tersebut, maka terjadi perbedaan dengan pihak sekolah terkait alasan pemecatan terhadap Novi sebagai guru.
Baca juga: Band Sukatani Akui Dapat Intimidasi dari Polisi soal Lagu Bayar, Bayar, Bayar sejak Juli 2024
Sebelumnya, Kepala SD IT Mutiara Hati, Eti Endarwati membantah jika pemecatan terhadap Novi terkait viralnya lagu Bayar, Bayar, Bayar.
Dia menuturkan pemecatan terjadi karena Novi telah melanggar kode etik yaitu membuka aurat.
"Jadi ada aturan yang berlaku untuk semua dan ada kode etik kepada guru-guru kami. Adapun pelanggaran kode etik yang paling mendasar adalah terbukanya aurat guru," jelasnya beberapa waktu lalu, dikutip dari Tribun Jateng.
Eti mengatakan pihaknya menemukan dalam salah satu unggahan di akun media sosial (medsos) Novi di mana yang bersangkutan terlihat aurat.
Namun, pernyataan berbeda disampaikan Ketua Yayasan Al Madani Banjarnegara, Khairul Mudakir.
Dia mengatakan pemecatan terhadap Novi bukan karena yang bersangkutan terlihat auratnya, tetapi melanggar SOP dan kode etik terkait penggunaan busana.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.