Rabu, 13 Mei 2026

Aksi Tanam Sejuta Pohon, Kemenag Libatkan 43.000 Lembaga, dari KUA, Masjid, hingga Ormas Islam

Direktur Jenderal Bimas Islam, Abu Rokhmad, menjelaskan, gerakan ini merupakan bagian dari komitmen Kemenag dalam memperluas partisipasi masyarakat.

Tayang:
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Wahyu Aji
HO/Kemenag
HARI BUMI - Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag, Abu Rokhmad, saat Penanaman Sejuta Pohon Matoa di Kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Depok, Jawa Barat, bertepatan dengan peringatan Hari Bumi Internasional, Senin (22/4/2025). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) menggelar Penanaman Sejuta Pohon Matoa di Kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Depok, Jawa Barat, bertepatan dengan peringatan Hari Bumi Internasional, Senin (22/4/2025).

Aksi ini melibatkan puluhan ribu satuan kerja (Satker) dan mitra Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam), termasuk Penyuluh Agama Islam, Kantor Urusan Agama (KUA), masjid, Lembaga Pengelola Zakat (LPZ), nazir, dan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di seluruh Indonesia.

Direktur Jenderal Bimas Islam, Abu Rokhmad, menjelaskan, gerakan ini merupakan bagian dari komitmen Kemenag dalam memperluas partisipasi masyarakat keagamaan dalam menjaga lingkungan.

"Kami memiliki banyak Satker dan mitra yang tersebar hingga tingkat komunitas, seperti Penyuluh Agama Islam, KUA, pengurus masjid, dan ormas Islam. Dengan melibatkan mereka dalam penanaman pohon matoa, kami berharap tumbuh kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga alam," ujar Abu.

Abu mengungkapkan, sebanyak 38.000 Penyuluh Agama telah diinstruksikan untuk menanam pohon dan menyampaikan pesan pelestarian lingkungan kepada majelis serta kelompok binaannya.

"Kami menginstruksikan seluruh Penyuluh Agama Islam untuk tidak hanya menanam, tapi juga mengajak masyarakat memahami pentingnya gerakan ini," jelasnya.

Selain itu, 5.914 KUA juga diminta untuk menanam minimal 10 pohon di lingkungan kantor masing-masing.

Para calon pengantin (Catin) turut dilibatkan melalui program "Satu Catin, Satu Pohon."

"Kami berharap, dengan kebijakan ini, Catin ikut andil dalam penghijauan sejak awal membina rumah tangga," imbuh Abu.

Di Unit Percetakan Al-Qur’an Ciawi, sebanyak 10 pohon matoa telah ditanam sebagai bagian dari dukungan terhadap gerakan ini.

Kemenag juga telah mengeluarkan imbauan kepada Badan Kesejahteraan Masjid dan Dewan Kemakmuran Masjid agar menanam minimal 10 pohon matoa per masjid.

Targetnya, sebanyak 15.000 hingga 20.000 pohon akan tertanam melalui jaringan masjid dan musala di seluruh Indonesia.

"Selain penanaman, kami juga mendorong agar masjid dan musala menjadi lebih ramah lingkungan, melalui khotbah dan pengumuman yang mendukung gerakan ini," kata Abu.

Kemenag juga melibatkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), lembaga amil zakat, Badan Wakaf Indonesia, serta para nazir dalam penanaman pohon.

"Saya baru mendapat laporan dari Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, bahwa sekitar 11.848 pohon telah ditanam oleh LPZ dan nazir di berbagai daerah," ungkapnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved