Sabtu, 30 Agustus 2025

Cak Imin Singgung Kompetisi Politik Semakin Pragmatis: Politik Gorong-Gorong Misalnya 

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyinggung soal kompetisi politik saat ini yang semakin pragmatis. 

Penulis: Reza Deni
Editor: Endra Kurniawan
Tribunnews.com/Rizki S
POLITIK PRAGMATIS - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin saat ditemui awak media di Kawasan Pancoran, Jakarta, Minggu (13/7/2025) malam. Terbaru, Cak Imin soroti kompetisi politik semakin pragmatis. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyinggung soal kompetisi politik saat ini yang semakin pragmatis. 

Dia menyebut politik transaksional semakin terlihat saat ini, politik viral, hingga politik gorong-gorong.

Dia tak menampik kondisi ini membuatnya bimbang dalam menentukan sikap partai.

"Kompetisinya sudah sampai pada pragmatisme yang amat sangat dalam rusaknya. Rusak kan politik yang berbasis transaksi itu sudah. Nah karena tahu peta itu, kita jadi agak ragu memposisikan dan mengambil peta langkahnya," kata Cak Imin di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (14/7/2025). 

Baca juga: Cak Imin Tunjuk Zainul Munasichin Pimpin LKN PKB, Fokus Cetak Kader

Kemudian, Cak Imin mengungkapkan bahwa saat ini, cara politik yang disenangi yakni politik yang menimbulkan haru.

Dia berpandangan gaya politik yang menimbulkan keharuan ini penuh dengan kepalsuan tetapi disenangi.

Lebih lanjut, dia mencontohkan bentuk politik yang mengharukan dengan menyebut istilah politik 'gorong-gorong'. 

Cak Imin juga membeberkan cara politik yang ampuh saat ini dengan membuat sesuatu yang viral.

"Politik gorong-gorong misalnya gitu. Misalnya, misalnya, misalnya, itu contoh saja. Apa sih itu? Maksudnya apa maksudnya itu? Nah, atau yang paling terkenal hari ini apa? Yang paling viral," ujar dia.

"Posisi-posisi itu membuat satu definisi baru tentang politik. Definisi baru tentang transaksi-transaksi politik," kata Cak Imin.

Selain itu, Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat itu menilai kaderisasi bukan hanya berbentuk kelas atau pelatihan di lapangan, tetapi harus dilakukan secara masif ke seluruh lapisan masyarakat. 

Baca juga: Cak Imin Candai Nusron Wahid yang Kini Dekat dengan Habaib: Pak Prabowo Saja Ragu 

“Yang paling murah untuk masifikasi itu adalah sosial media,” kata dia. 

Cak Imin pun memuji langkah LKN di bawah kepemimpinan Zainul Munasichin yang menargetkan pembentukan 270.000 kader PKB pada 2025.

"InsyaAllah, serusak apa pun sistemnya, kita akan unggul dalam kompetisi dengan kemampuan dan jaringan yang kita miliki,” pungkasnya.

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan