Senin, 27 April 2026

Kasus Dugaan Korupsi di Kemendikbud

Kondisi Laptop Chromebook di 5 Daerah: Manfaat dan Kendala di Lapangan

Kasus korupsi Chromebook Kemendikbudristek menyeret 4 eks pegawai. Cek kondisi laptop di 5 daerah.

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA PUTRA
LAPTOP CHROMEBOOK - Potret laptop Chromebook bantuan Kemendikbudristek di salah satu sekolah di Indonesia. Perangkat ini menjadi sorotan di tengah kasus dugaan korupsi pengadaannya, sekaligus menyoroti tantangan pemanfaatannya di lapangan. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kondisi laptop Chromebook bantuan Kemendikbudristek di sejumlah daerah se-Indonesia menuai sorotan. 

Di tengah kasus dugaan korupsi yang menyeret empat mantan pegawai Kemendikbudristek, termasuk stafsus Nadiem Makarim, terungkap bahwa penggunaan Chromebook belum optimal di lapangan.

Baca juga: Kondisi Laptop Chromebook di Riau: 4 Tahun Tak Terjamah, Dinilai Tak Efektif buat Pembelajaran

Kondisi Chromebook di 5 Daerah: Manfaat dan Kendala di Lapangan

Kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) senilai Rp1,98 triliun kini menjadi sorotan publik. 

Empat mantan pegawai Kemendikbudristek telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung (Kejagung), termasuk staf khusus Nadiem Makarim, Jurist Tan (JT); Konsultan Teknologi Ibrahim Arief; Direktur Jenderal PAUD Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kemendikbudristek tahun 2020-2021 Mulyatsyahda (MUL); dan Direktur Sekolah Dasar Sri Wahyuningsih (SW). 

Mereka diduga melakukan pemufakatan jahat dalam pengadaan laptop Chromebook di era Nadiem Makarim.

Nadiem Makarim sendiri telah diperiksa oleh Kejagung sebagai saksi selama sembilan jam pada Selasa (15/7/2025) malam. 

Meski belum ditetapkan sebagai tersangka karena kurangnya alat bukti, Kejagung mendalami dugaan keuntungan yang diperoleh Nadiem dari proyek tersebut, termasuk adanya investasi Google ke Gojek.

Di tengah bergulirnya kasus ini, kondisi laptop Chromebook di berbagai daerah menunjukkan beragam pengalaman, dari manfaat yang dirasakan hingga kendala serius yang menghambat optimalisasi penggunaannya.

Baca juga: Kejagung Sudah Periksa 80 Saksi di Kasus Chromebook, Satu Sosok Tidak Hadir

Sulawesi Selatan: Terkendala Jaringan Internet dan Sistem Operasi

Di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, pengusaha komputer Yusman Wahab dari Polewali Computer mengungkapkan bahwa banyak guru kesulitan memanfaatkan Chromebook secara maksimal.

Kendala utama adalah sistem bawaan Chromebook yang dinilai sulit diaplikasikan di sejumlah sekolah, terutama karena membutuhkan koneksi internet stabil yang tidak merata di seluruh wilayah.

"Pernah ada puluhan Chromebook dibawa para guru ke toko servis kami. Mereka minta dibantu instalasi program agar bisa digunakan meski secara offline," kata Yusman pada Kamis (17/7/2025).

Permintaan ini ditolak karena aplikasi bawaan Chromebook terhubung ke server pusat Kemendikbudristek. Yusman menambahkan, perangkat ini lebih cocok digunakan di wilayah dengan akses internet stabil, tidak seperti kondisi geografis Bulukumba yang beragam.

Kepala Dinas Pendidikan Bulukumba, Andi Buyung Saputra, membenarkan kendala tersebut.

Meskipun perangkat yang diterima dalam kondisi baik dan bermanfaat untuk asesmen online, keterbatasan jaringan menjadi tantangan besar.

"Kalau daerah belum terjangkau jaringan kabel optik, guru dan siswa harus pakai paket data sendiri. Apalagi sinyal GSM sering terganggu cuaca," jelasnya.

Bireuen: Masih Berfungsi Baik dan Bermanfaat

Berbeda dengan Bulukumba, di Bireuen, Aceh, sejumlah Taman Kanak-kanak (TK) yang menerima bantuan Chromebook pada tahun 2021 mengaku perangkat tersebut masih berfungsi baik dan digunakan untuk kegiatan sekolah.

Sri Wahyuni SPd, Kepala TK Permata Bakti, dan Fitriani SPd, Kepala TK Zamzam, secara terpisah menyatakan laptop bantuan masih bagus dan selalu dipakai untuk berbagai kegiatan, termasuk senam murid.

"Memang kita butuh di TK untuk sarana berbagai kegiatan, apalagi jumlah murid mencapai 60 orang," ujar Sri Wahyuni.

Mereka juga menyebut koneksi internet pada perangkat tersebut masih berfungsi dengan baik.

Baca juga: Sejumlah Sekolah di Daerah Buka Suara soal Pengadaan Laptop Chromebook Era Nadiem Makarim

Batam dan Anambas: Kondisi Baik, Manfaat Terasa, tapi Kendala Internet Tetap Ada

Di Batam, 77 sekolah menerima bantuan Chromebook. SMPN 31 Batam menjadi salah satu contoh di mana 15 unit laptop Chromebook masih awet dan sangat membantu proses digitalisasi sekolah setelah empat tahun digunakan.

Guru SMPN 31 Batam, Anton, menunjukkan bahwa perangkat tersebut masih garang saat dioperasikan, tanpa error atau lemot, dan fisik beberapa unit masih menyisakan plastik pelindung.

"Adanya Chromebook ini kami merasa terbantu juga sebenarnya. Kalau tidak ada bantuan ini, bagaimana kami beli satu-satu? Kalau ini kan satu sekolah dapat 15," ungkap Anton.

Laptop ini digunakan untuk belajar Informatika, ujian ANBK, OSN, hingga administrasi guru, dengan baterai yang hemat daya dan dukungan lisensi Google Chrome Device Management.

Sementara itu, di Anambas, Kepulauan Riau, SDN 001 Tarempa menerima 18 unit Chromebook dari berbagai merek.

Meskipun ada 3 unit yang rusak, sebagian besar masih berfungsi dan sangat bermanfaat untuk mendukung pembelajaran dan memudahkan guru serta siswa mencari materi berbasis internet.

Namun, guru Sudarto mengakui koneksi internet yang kurang mendukung terkadang membuat perangkat lemot.

SDN 006 Tanjung juga menerima 3 unit Chromebook merek Dell pada tahun 2022 yang hingga kini digunakan secara maksimal oleh para guru.

Andriansyah, Pegawai Administrasi Umum, menyebut perangkat ini sangat berguna dan fitur-fiturnya menunjang pembelajaran digital, termasuk untuk ANBK.

Namun, ia juga mengakui keterbatasan jumlah unit membuat mereka harus meminjam laptop dari sekolah lain saat ANBK.

Baca juga: Sosok dan Peran 3 Srikandi Digital RI yang Terseret Kasus Korupsi Pengadaan Chromebook Kemdikbud

Karanganyar: Kondisi Baik dan Membantu Pembelajaran

Di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, SMP Negeri 2 Colomadu yang menerima bantuan Chromebook pada tahun 2022 melaporkan kondisi perangkat masih bagus dan berfungsi dengan baik.

Kepala SMPN 2 Colomadu, Purwanto, menyatakan, "Alhamdulillah hingga saat ini masih bisa bagus, tidak terjadi kendala."

Guru TIK SMPN 2 Colomadu, Hesti, menambahkan bahwa seluruh 15 unit Chromebook yang diterima masih terawat baik dan digunakan untuk kegiatan mengajar TIK kelas 7 dan 8. Perawatan hardware belum pernah dilakukan, dan perawatan software pun mudah.

"Chromebook ini sangat membantu dalam kegiatan belajar mengajar siswa-siswi kami," pungkas Hesti.

Apa itu Chromebook? Kelebihan dan Kekurangannya

Chromebook adalah laptop yang menggunakan sistem operasi Chrome OS buatan Google, berbeda dengan laptop pada umumnya yang menggunakan Windows atau Linux.

Dirancang untuk pekerjaan berbasis web, Chromebook mengandalkan browser Chrome sebagai antarmuka utama dan sangat bergantung pada koneksi internet.

Kelebihan Chromebook:

Harga Terjangkau: Umumnya lebih murah karena spesifikasi lebih ringan dan Chrome OS hemat sumber daya.

Cepat dan Ringan: Proses booting sangat cepat (di bawah 10 detik) dan sistem operasi ringan.

Aman dari Virus: Sistem keamanan built-in, sandboxing, dan pembaruan otomatis membuat risiko virus kecil.

Cocok untuk Penggunaan Ringan & Cloud-Based: Ideal untuk pelajar, pekerja kantoran, dan pengguna Google Workspace.

Baterai Awet: Daya tahan baterai lama, bisa 8-12 jam.

Integrasi dengan Android & Google Play Store: Banyak model mendukung aplikasi Android.
Kekurangan Chromebook:

Ketergantungan pada Internet: Optimal dengan koneksi internet, fitur offline terbatas.
Tidak Kompatibel dengan Software Desktop Populer: Tidak bisa menjalankan Microsoft Office versi penuh, Adobe Photoshop desktop, AutoCAD, dll.

Kapasitas Penyimpanan Kecil: Memori internal biasanya hanya 32-64 GB karena mengandalkan cloud.

Kurang Cocok untuk Gaming dan Editing Berat: Tidak mendukung game berat atau software editing profesional.

Terbatas untuk Profesi Tertentu: Kurang cocok untuk desainer grafis, video editor, arsitek, dll.

Meskipun 1,2 juta unit laptop Chromebook telah disebar ke seluruh Indonesia, termasuk daerah 3T, kasus korupsi ini menyoroti bahwa penggunaannya belum optimal karena Chrome OS dinilai sulit digunakan, khususnya bagi guru dan siswa, serta adanya kendala infrastruktur seperti akses internet yang tidak merata.

Kejagung masih terus mendalami kasus ini untuk mengungkap potensi kerugian negara yang lebih besar dan pihak-pihak lain yang terlibat.


Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Kelebihan dan Kekurangan Laptop Chromebook, Bikin Nadiem Dalam Masalah, 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pengakuan Guru di Batam dan Anambas soal Laptop Chromebook: Garang, Tanpa Eror dan Lemot, 

Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Kasus Korupsi Chromebook, Ini Kondisi Laptop Hibah era Nadiem di SMPN 2 Colomadu Karanganyar, 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pengakuan Guru di Batam dan Anambas soal Laptop Chromebook: Garang, Tanpa Eror dan Lemot, 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pengakuan Guru di Batam dan Anambas soal Laptop Chromebook: Garang, Tanpa Eror dan Lemot, 

Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Sejumlah TK di Bireuen Terima Laptop Chromebook, Kepsek Beberkan Kondisinya, 

Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Puluhan Chromebook Sekolah di Bulukumba Sulsel Masuk Tempat Servis, 

Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Kelebihan dan Kekurangan Laptop Chromebook, Bikin Nadiem Dalam Masalah, 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved