Minggu, 11 Januari 2026

OTT KPK di Kementerian Tenaga Kerja

Dari Rumah Dinas ke Sel KPK: Tiga Momen Mengguncang Wamenaker Noel dalam Satu Malam

Tidur di rumah dinas, bangun di sel KPK. Rp81 M mengalir, air mata tumpah. Tapi katanya bukan pemerasan?

Penulis: Abdul Qodir
Tribunnews/Jeprima
JADI TERSANGKA - Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel bersama tahanan lainnya mengenakan rompi orange dan tangan terborgol berjalan menuju ruang konferensi pers di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Jumat (22/8/2025). KPK menetapkan Noel beserta 10 orang lainnya menjadi tersangka usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar pada 20-21 Agustus 2025. Noel ditangkap di Jakarta terkait dugaan pemerasan terhadap sejumlah perusahaan dalam pengurusan sertifikasi K3. Selain itu, KPK juga menyita 22 kendaraan dari operasi senyap yang dimaksud. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Malam itu, Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel tak pernah menyangka akan berakhir di balik jeruji. Dalam satu malam yang penuh kejutan, ia berpindah dari kenyamanan rumah dinas pejabat ke sel rumah tahanan (Rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Penetapan Noel sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan terkait sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenakerjaan (Kemenaker) bukan hanya soal hukum—tapi juga soal drama emosional yang mengguncang publik.

Di balik sorotan kamera dan rompi oranye, tersingkap tiga momen yang menggambarkan sisi paling manusiawi dari seorang pejabat yang jatuh: tertidur saat diciduk, menangis di hadapan media, dan meminta maaf kepada Presiden.

Diciduk Saat Tidur: Penjemputan Dini Hari yang Mengejutkan

OTT WAMENAKER - Suasana rumah dinas Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer atau Noel di kawasan Pancoran, Jakarta, Kamis (21/8/2025) siang tampak ramai oleh sejumlah orang.
OTT WAMENAKER - Suasana rumah dinas Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer atau Noel di kawasan Pancoran, Jakarta, Kamis (21/8/2025) siang tampak ramai oleh sejumlah orang. (Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda)

Pukul 01.00 WIB, Kamis dini hari (21/8/2025), empat petugas KPK mendatangi rumah dinas Noel di Pancoran, Jakarta Selatan. Tanpa banyak suara, mereka masuk dan mendapati Noel sedang tertidur. Penjemputan berlangsung cepat, hanya sekitar 20 menit.

“Ada empat orang (KPK), posisi (Noel) sedang tidur,” ujar seorang saksi kepada Tribunnews.com.

Meski pihak keluarga sempat membantah bahwa ini adalah operasi tangkap tangan (OTT), Noel tetap dibawa ke Gedung Merah Putih KPK Jakarta, untuk pemeriksaan intensif.

Rumah dinas yang ia tempati merupakan fasilitas resmi negara untuk pejabat eselon I dan II Kemenaker, sebelumnya dihuni oleh mantan Dirjen Binwasnaker dan K3, Haiyani Rumondang.

Baca juga: Jerat Jumat Keramat KPK: Noel Terjaring OTT, Gus Yaqut Tunggu Nasib

Menangis Kenakan Rompi Tahanan: Citra yang Runtuh

Pasca-terjaring OTT KPK, Noel menjalani pemeriksaan 1x24 jam penyidik di Gedung Merah Putih Jakarta.

Seketika hidupnya berubah setelah penyidik menetapkan dirinya bersama 10 orang yang terjaring OTT sebaga tersangka pemerasan pengurusan sertifikasi K3 di Kemenaker 2019-2025, dengan total sekitar Rp81 miliar.

Pada Jumat petang (22/8/2025), pihak KPK pun merilis hasil tangkapannya itu ke hadapan awak media massa. 

Setelah pemeriksaan, Noel muncul ke publik, tepatnya di lobi Gedung Merah Putih KPK. Petang itu, dirinya sudah mengenakan rompi oranye dan tangan terborgol. Ia berjalan pelan bersama para tersangka lainnya.

Pantauan Tribunnews.com, Noel terlihat menyeka matanya sambil menghapus air matanya saat masuk ke ruangan konferensi pers KPK, tempat puluhan wartawan sudah bersiap meliput dengan kameranya.

Tangisan itu menjadi simbol runtuhnya citra seorang aktivis yang dulu dikenal vokal membela hak-hak buruh. Momen tersebut menggambarkan betapa cepat kepercayaan publik bisa berubah menjadi kekecewaan.

Baca juga: Kasus Noel Jadi Pelajaran, Kaesang Ingatkan Kader PSI di Kabinet Jangan Sekali-kali Korupsi

Permintaan Maaf ke Presiden: Klarifikasi dan Penyesalan

Usai "dipajang" di depan kamera wartawan, penyidik menggiring Noel dan 10 tersangka lainnya ke mobil tahanan, untuk selanjutnya dibawa ke Rutan KPK yang berada di bagian belakang Gedung Merah Putih. 

Noel sempat menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden Prabowo Subianto, keluarganya, dan rakyat Indonesia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved