Rabu, 29 April 2026

OTT KPK di Kementerian Tenaga Kerja

Wamenaker RI Immanuel Ebenezer Kena OTT KPK, Rocky Gerung: Beban Jokowi dan Prabowo

Rocky Gerung menyebut terjaringnya Noel dalam OTT KPK bisa menjelekkan citra Indonesia di mata dunia, sehingga turut menambah beban Prabowo.

Tayang:
Endrapta Pramudiaz/Tribunnews.com
NOEL KENA OTT KPK - Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI (Wamennaker) Immanuel Ebenezer ketika ditemui di kantornya, Senin (23/12/2024). Pengamat politik sekaligus pendiri wadah pemikir dan lembaga riset isu-isu publik Tumbuh Institute, Rocky Gerung, menilai kasus Wamennaker Immanuel Ebenezer akan menjadi beban bagi Presiden RI Prabowo Subianto dan Mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). 

Hal tersebut, Rocky menilai, akan memperberat beban Jokowi yang belakangan ini didera tudingan ijazah palsu dan dinobatkan sebagai finalis dalam daftar presiden korup 2024 yang dirilis oleh organisasi nirlaba, Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP).

"Sangat logis memang, bila akhirnya orang membuat penalaran kalau relawan-relawan Jokowi ternyata rakus kekuasaan sekaligus rakus uang, itu artinya bosnya juga rakus," kata Rocky, dikutip dari tayangan video yang diunggah di kanal YouTube pribadinya, Rabu (20/8/2025) kemarin.

"Satu reasoning yang menunjukkan bahwa rezim sebelum Presiden Prabowo ini adalah rezim yang betul-betul korup, bukan sekedar dugaan-dugaan sinisme, tapi makin lama makin terbukti dan ini juga akhirnya membebani psikologi Pak Jokowi."

"Kan orang akan sasar lagi Pak Jokowi yang udah-udah secara psikologis tertekan hari-hari ini karena kasus ijazah palsu."

"Ditambah lagi dengan berita semacam ini, makin tudingan itu bahwa 'oh ternyata rezim Jokowi itu memang memelihara mereka yang dari awal punya corruptive mind, punya pikiran yang koruptif' dan sekarang secara material diperlihatkan, puluhan mobil mewah, ratusan miliar, segala macam itu dan dalam sistem yang memang direncanakan."

Bahkan, dengan kasus yang menyeret Noel ini, Rocky Gerung merasa kasihan dengan Jokowi.

"Buat saya, kasihan aja Presiden Jokowi yang harusnya ikut diselamatkan oleh para pendukungnya, oleh relawan, oleh buzzer. Ternyata relawan dan buzzer ini juga tidak kalah rakus dengan apa yang dibayangkan oleh publik itu," tutur akademisi yang sering menyoroti isu feminisme tersebut.

Selanjutnya, Rocky Gerung menyebut, terjaringnya Noel dalam OTT KPK bisa menjelekkan citra Indonesia di mata internasional, sehingga turut menambah beban Prabowo.

Sebab, Indonesia akan dipandang sebagai negara yang dipenuhi kasus korupsi dan tidak layak untuk menanam investasi.

Baca juga: Sosok Istri Wamenaker Immanuel Ebenezer, Dulu Surat Nikahnya Digadaikan, Kini ke Istana Naik Ojol  

Apalagi, Prabowo juga sedang berusaha menarik investor untuk menanamkan modal demi mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Tatapan mata internasional buat Indonesia tidak layak investasi karena yang mau diinvestasikan dikorupsi," ujar Rocky Gerung.

"Ini juga beban bagi Presiden Prabowo yang berupaya untuk meminang investor dunia supaya masuk ke Danantara, ke infrastruktur, memulai upaya untuk menjadikan Indonesia sebagai lahan investasi yang bermutu."

"Sekarang investor itu makin lama makin 'ya udahlah, jangan masuk di situ deh.' Kenapa? Ya menterinya aja korup."

"Jadi, ini beban bagi Pak Prabowo, karena salah satu atau beberapa anggota kabinetnya ada di dalam sorotan KPK tuh."

Rocky Gerung juga menilai, nanti indeks korupsi Indonesia semakin menurun sehingga menciptakan kesan negatif, dan menghambat upaya Prabowo untuk memperbaiki citra Indonesia di mata dunia

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved