Korupsi di Kementerian Tenaga Kerja
Usai Pemerasan K3, Immanuel Ebenezer Kini Terancam Terjerat Perintangan Penyidikan, Ini Alasannya
Noel kini terancam perintangan penyidikan setelah ditetapkan jadi tersangka dugaan pemerasan. Dia diduga menghilangkan beberapa barang bukti.
TRIBUNNEWS.COM - Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer terancam dijerat perintangan penyidikan atau obstruction of justice dalam kasus dugaan pemerasan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).
Sosok yang akrab disapa Noel itu sebelumnya telah ditetapkan menjadi tersangka bersama dengan 10 orang lainnya dalam kasus ini.
Dia diduga menerima uang hasil pemerasan senilai Rp3 miliar pada Desember 2024 atau dua bulan setelah dirinya dilantik menjadi Wamenaker.
Kini, jabatan yang diembannya selama kurang lebih 10 bulan itu tak lagi disandangannya setelah Presiden Prabowo Subianto resmi mencopot dirinya.
Sementara, terkait ancaman jeratan obstruction of justice terhadap Noel, diungkapkan oleh juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Budi Prasetyo.
Dia mengatakan dugaan tersebut muncul setelah penyidik KPK menggeledah rumah dinas Noel yang berada di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, pada Selasa (26/8/2025) kemarin.
Dalam penggeledahan tersebut, penyidik menemukan empat ponsel di plafon rumah Noel.
“Ya, penyidik menemukan 4 handphone di plafon rumah yang bersangkutan,” kata Budi, Selasa.
Budi menuturkan Noel akan dimintai klarifikasi apakah secara sengaja menyembunyikan ponsel yang ditemukan penyidik atau tidak.
Baca juga: Kemungkinan Noel Terjerat Pencucian Uang, Mahfud MD Dapat Bocoran KPK
Tak cuma itu, penyidik juga akan memeriksa isi dari keempat ponsel yang ditemukan untuk memastikan adanya keterkaitan dengan kasus yang menjerat Noel.
“Tentu nanti dalam proses pemeriksaan kepada yang bersangkutan itu juga akan ditanyakan termasuk juga isi dari BBE tersebut nanti akan kita buka, kita akan melihat informasi-informasi dalam BBE tersebut,” ucap dia.
Budi juga mengungkapkan adanya barang bukti lain yang hilang dari rumah dinas Noel yakni tiga mobil merek Land Cruiser, Mercedes-Benz, dan BAIC.
Dia menyebut adanya dugaan ketiga mobil itu dipindahkan saat giat operasi tangkap tangan (OTT) dilakukan komisi anti rasuah pada Rabu (20/8/2025) lalu.
“Bahwa penyidik mendapatkan informasi terdapat sejumlah mobil yaitu Land Cruiser, Mercy, dan BAIC yang dipindahkan dari rumah dinas Wamen, pasca kegiatan tangkap tangan,” katanya.
Budi lantas mewanti-wanti agar pihak yang memindahkan segera menyerahkan ketiga mobil tersebut demi kelancaran penyidikan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Immanuel-Ebenezer-alias-Noel-mengacungkan-dua-jempol-321.jpg)