Senin, 1 September 2025

3 Ribu Kader Tani Merdeka Menggelar Long March Dukung Agenda Kedaulatan Presiden Prabowo

Ribuan petani dari berbagai daerah di Indonesia menggelar long march dalam rangkaian Rapimnas I Tani Merdeka Indonesia di Patung Kuda.

HandOut/IST
TANI MERDEKA - Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir bersama petani dari berbagai daerah di Indonesia menggelar long march dalam rangkaian Rapimnas I Tani Merdeka Indonesia di Patung Kuda, Jakarta, pada Kamis (28/8/2025). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ribuan petani dari berbagai daerah di Indonesia menggelar long march dalam rangkaian Rapimnas I Tani Merdeka Indonesia di Patung Kuda, Jakarta, pada Kamis (28/8/2025). 

Ribuan kader Tani Merdeka tersebut melakukan long march dari kawasan parkir IRTI Monas menuju Istana Presiden RI untuk menuntut keadilan agraria dan menolak dominasi oligarki.

Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir menegaskan bahwa petani adalah jantung pembangunan nasional dan bukan beban negara. 

Organisasi ini meneguhkan diri sebagai pengamal ‘Prabowoisme’, dengan menekankan kedaulatan rakyat atas tanah, air, dan pangan, serta pembangunan berbasis desa sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945. 

“Hari ini kita hadir 3 ribu orang (kader Tani Merdeka Indonesia). Kita hadir dari 30 provinsi dan 200 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Ada kesepakatan di rapimnas. Dengan seluruh program yang dijalankan Presiden Prabowo, kita percaya Presiden Prabowo berpihak pada kepentingan rakyat dan Petani,” kata Don Muzakir.

Don Muzakir adalah seorang aktivis dan organisator yang dikenal karena kepemimpinannya dalam memberdayakan komunitas akar rumput terutama petani dan pedagang pasar.

Tak hanya itu, dia juga mengorganisir demonstrasi massa menuntut pemberantasan praktik mafia tanah.

Pria yang akrab dipanggil Bang Don, berasal dari Aceh dan dikenal mampu terhubung dengan beragam komunitas di Jawa dan sekitarnya.

Dalam aksinya, Tani Merdeka Indonesia juga menyatakan dukungan terhadap program pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto, seperti swasembada pangan, pupuk bersubsidi tepat sasaran, pembangunan irigasi, hingga program Makan Bergizi Gratis. 

Namun, mereka juga mendesak pemerintah untuk serius menuntaskan konflik agraria dan memberantas praktik mafia tanah yang merugikan petani di berbagai daerah.

“Bagi kami, keadilan bagi petani bukan sekadar menjebloskan mafia tanah ke penjara, tapi ketika sawah kembali ke tangan kami secara sah dan terlindungi,” tegas Don.  

Selain menyoroti mafia tanah, Tani Merdeka Indonesia juga menyoroti capaian pemerintah. 

Tanpa mengabaikan berbagai tantangan pembangunan yang ada saat ini, Tani Merdeka Indonesia secara berimbang mengapresiasi capaian sementara satu tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo dan Wapres Gibran beserta jajaran Kabinet Merah Putih, di antaranya adalah pertumbuhan ekonomi di triwulan II 2025, inflasi yang cukup terkendali pada Juli 2025, stok beras Bulog yang mencapai rekor 4,2 juta ton, kemiskinan dan pengangguran terbuka yang turun meski tidak signifiakn. 

Bagi Tani Merdeka Indonesia, capaian ini memberi fondasi kuat dan harapan untuk melanjutkan agenda revolusi pangan, membangun desa, menguatkan koperasi rakyat di desa, dan memastikan hasil panen dihargai adil. 

“Walaupun masih ada kekurangan, tugas Tani Merdeka adalah bagaimana menjadi mata dan telinga Presiden Prabowo. Belum sampai setahun. Tapi kami dan sebagian besar petani sudah merasakan dampak program kebijakan yang dibuat oleh Presiden Prabowo,” tegasnya.

Halaman
12
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan