Majelis Masyayikh Siapkan Asesor Profesional untuk Pendidikan Pesantren
Sebelum ditetapkan, para asesor telah melalui seleksi ketat, mulai dari administrasi, psikotes, hingga wawancara.
Penulis:
Hasiolan Eko P Gultom
Editor:
Muhammad Zulfikar
“Jenjang Dikdasmen ini adalah kawah candradimuka calon kader ulama. Pesantren harus teguh pada kutubutturots dan dirasah islamiyah, sekaligus relevan menjawab problem kebangsaan,” katanya.
Ia juga menekankan, hubungan asesor dan pesantren tidak bersifat hierarkis.
“Asesor hadir bukan untuk menghakimi, melainkan membantu memetakan kekuatan dan tantangan pesantren agar bisa dicarikan solusi bersama. Kita datang sebagai keluarga besar pesantren,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Prof. Abd A’la Basyir, Anggota Majelis Masyayikh Divisi Dikdasmen. Menurutnya, pelatihan harus berbasis partisipasi dan kolaborasi.
“Asesor adalah penjaga gawang kualitas pesantren. Dengan budaya mutu dan perbaikan berkelanjutan, pesantren berpotensi menjadi model pendidikan masa depan, bahkan rujukan dunia,” jelasnya.
Pelatihan ini ditutup dengan pengukuhan asesor oleh Majelis Masyayikh.
Langkah ini diharapkan melahirkan asesor yang kompeten, profesional, dan memahami ruh pesantren, sehingga sistem pendidikan pesantren dapat tumbuh berkelanjutan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi (ma’had aly), sekaligus tetap relevan dengan kebutuhan bangsa dan dunia.
Sapa Rektor Baru UT Sambut Mahasiswa Baru: Perkuat Akses Pendidikan Tinggi Inklusif Berkualitas |
![]() |
---|
Usung Semangat Kemerdekaan, Maxim Gelar Kompetisi Kuis Sejarah Antar Pelajar SMP Pertama di Jakarta |
![]() |
---|
Mengenal Aiptu Jimmy Farma, Pendiri Pondok Al-Qur’an Gratis untuk Masyarakat |
![]() |
---|
Pendaftaran Beasiswa Santri BAZNAS 2025 Dibuka Hari Ini, Bantuan Dana Rp4 Juta per Santri |
![]() |
---|
Pendaftaran Beasiswa Riset BAZNAS 2025 Masih Dibuka, Ini Syarat hingga Cara Daftarnya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.