Minggu, 31 Agustus 2025

Demonstrasi di Berbagai Wilayah RI

Di Mana Ahmad Sahroni dan Anggota DPR Lainnya usai Buat Pernyataan Kontroversi hingga Picu Demo?

Di mana keberadaan anggota DPR usai pernyataan dan sikap kontroversial mereka memicu demo?

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
DEMO DI BERBAGAI WILAYAH - Bendahara Umum Partai NasDem sekaligus Anggota DPR Ahmad Sahroni saat menjadi saksi pada persidangan kasus pemerasan dan gratifikasi di Kementerian Pertanian dengan terdakwa Syahrul Yasin Limpo di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (5/6/2024). Sidang tersebut beragendakan mendengarkan keterangan lima saksi yakni General Manager Radio Prambors Dhirgaraya Santo, pemilik Suita Travel Harly Lafian, pemilik Maktour Travel Fuad Hasan Masyhur, Bendahara Umum Partai NasDem sekaligus Anggota DPR Ahmad Sahroni, Ketua Umum Garda Wanita (Garnita) Malahayati Partai NasDem sekaligus Anak kandung Syahrul Yasin Limpo, Indira Chunda Thita Syahrul. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.com - Gelombang demonstrasi masih berlangsung hingga Sabtu (30/8/2025), di berbagai wilayah Indonesia.

Demonstrasi lanjutan ini dipicu oleh tewasnya seorang pengemudi ojek online (ojol), Affan Kurniawan (21), saat aksi unjuk rasa berlangsung di sekitaran Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025).

Affan tewas setelah terlindas mobil rantis yang dikemudikan Brimob ketika hendak mengantarkan pesanan.

Tewasnya Affan pun memicu kemarahan massa hingga demo masih berlanjut.

Aksi demonstrasi sebelumnya sudah digelar pada Senin (25/8/2025), berlanjut pada Kamis (28/8/2025), dan masih berlangsung hingga Sabtu hari ini.

Salah satu pemicunya adalah pernyataan kontroversial sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI yang dianggap nirempati terhadap rakyat Indonesia.

Baca juga: Puan Minta Maaf: DPR Belum Sepenuhnya Jalankan Tugas sebagai Wakil Rakyat

Lalu, di manakah keberadaan para anggota DPR yang melontarkan pernyataan kontroversial itu?

1. Adies Kadir

KENAIKAN GAJI DPR - Wakil Ketua DPR, Adies Kadir memberikan penjelasan terbuka mengenai komponen pendapatan anggota dewan serta alasan kebijakan penggantian rumah dinas menjadi tunjangan perumahan. 
KENAIKAN GAJI DPR - Wakil Ketua DPR, Adies Kadir memberikan penjelasan terbuka mengenai komponen pendapatan anggota dewan serta alasan kebijakan penggantian rumah dinas menjadi tunjangan perumahan.  (dok. DPR RI)

Wakil Ketua DPR RI, Adies Kadir, dijadwalkan menghadiri acara Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) di Hotel Fairmont, Jakarta, sejak Kamis hingga Minggu (31/8/2025) besok.

MKGR adalah organisasi kemasyarakatan yang terhimpun dalam Kelompok Induk Organisasi (KINO) di bawah Golkar.

Di hari pertama acara, Adies mendaftar sebagai Ketua Umum DPP Ormas MKGR periode 2025-2030.

Ketua Panitia Verifikasi dan Pemilihan Mubes X Ormas MKGR, Supriansa, mengungkapkan Adies sudah memenuhi syarat sebagai calon ketua umum.

Tak hanya itu, sampai hari terakhir pendaftaran, Kamis, hanya Adies yang maju sebagai calon Ketua Umum DPP Ormas MKGR.

"Sampai hari ini (Kamis) di hari terakhir pendaftaran, hanya Pak Adies Kadir saya yang mendaftar, dan hasil verifikasinya pun semuanya telah dinyatakan memenuhi syarat," kata Supriansa, Kamis.

Pernyataan soal Tunjangan Rumah

Adies Kadir menjadi sorotan setelah memberikan pernyataan soal gaji dan tunjangan anggota DPR RI yang belakangan menuai polemik.

Pada Selasa (19/8/2025), Adies sempat membahas kenaikan tunjangan bagi anggota DPR, termasuk tunjangan rumah yang disebut mencapai Rp50 juta.

Adies mengatakan angka itu berdasarkan perhitungan biaya kos di sekitar Senayan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

"Kalau di sekitar sini kan ngontrak atau kita kos kan Rp3 juta per bulan. Didapatkan (tunjangan) Rp50 juta per bulan. Kalau Rp3 juta kita kalikan 26 hari kerja, berarti Rp78 juta per bulan," urai dia, dilansir Kompas.com.

Penjelasan Adies itu lantas menjadi bulan-bulanan warganet, bahkan selebgram matematika, Jerome Polin.

Dalam unggahannya di Instagram @jeromepolin, Kamis (21/8/2025), Jerome menyoroti logika perhitungan Adies.

Ia bahkan membuat perhitungan berdasarkan penjelasan Adies itu.

"Dikalikan 26 hari kerja. Kalau Rp3 juta per hari, itu namanya bukan kos, tapi hotel bintang lima, Pak," kata Jerome, dikutip Tribunnews.com.

2. Ahmad Sahroni

RDP DPR - JAMPIDSUS - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni saat ditemui awak media di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (5/3/2025). Sahroni mengungkapkan sederet perkara korupsi turut dibahas dalam rapat antara Komisi III DPR RI dengan Jampidsus Kejagung.
RDP DPR - JAMPIDSUS - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni saat ditemui awak media di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (5/3/2025). Sahroni mengungkapkan sederet perkara korupsi turut dibahas dalam rapat antara Komisi III DPR RI dengan Jampidsus Kejagung. (Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra)

Akun Instagram Ahmad Sahroni hingga Sabtu hari ini, terpantau adem ayem alias tak tampak unggahan baru satu pun.

Unggahan terakhirnya adalah sebuah video yang memperlihatkan parodi seorang anak dianiaya sang ibu, Senin (25/8/2025).

Isu yang beredar mengatakan Sahroni sedang terbang ke Singapura.

Pegiat media sosial Ferry Irwandi lewat akun Instagramnya, @irwandiferry pada Jumat (29/8/2025), mengunggah foto tangkap layar WhatsApp yang memperlihatkan sosok diduga Sahroni.

"Sahroni kabur ni ke SG (Singapura)" tulis pesan dalam WhatsApp tersebut yang sudah diteruskan.

"Kalau ini benar (Sahroni pergi ke Singapura), maka orang ini sama pengecut dan rendahnya. Mau kabur sejauh apapun, warga sipil akan selalu ada di manapun," tulis Ferry, dikutip Tribunnews.com.

"Hadapi kausalitas yang Anda sudah lahirkan, bukan kabur," imbuhnya.

Sebut Warga Tolol, Kini Turun Jabatan

Pada Jumat (22/8/2025), Ahmad Sahroni membuat geram rakyat Indonesia setelah mengolok warga yang mendesak DPR dibubarkan.

Menurutnya, siapa saja memang berhak mengkritik DPR,  namun tak boleh mencaci berlebihan karena bisa merusak mental.

"Mental manusia yang begitu adalah mental manusia tertolol sedunia. Catat nih, orang yang cuma mental bilang bubarin DPR, itu adalah orang tolol sedunia," ujarnya saat kunjungan kerja di Polda Sumatra Utara.

Seminggu setelah pernyataannya, Sahroni dicopot dari jabatannya sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR. Ia turun jabatan, dari Wakil Ketua menjadi anggota Komisi I DPR.

Di Komisi III, Ahmad Sahroni bekerja dengan lingkup tugas di bidang hukum, hak asasi manusia, dan keamanan.

Komisi III memiliki tanggungjawab untuk mengawasi kinerja lembaga-lembaga penegak hukum seperti kepolisian dan kejaksaan.

Sementara, Komisi I mencakup tugas-tugas bidang pertahanan yang meliputi urusan-urusan terkait pertahanan negara, termasuk kerja sama pertahanan dengan negara lain, industri pertahanan, dan anggaran pertahanan.

Mutasi Sahroni ini telah dibenarkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) NasDem, Hermawi Taslim.

Namun, Taslim membantah mutasi itu berkaitan dengan pernyataan kontriversial Sahroni.

Ia mengatakan mutasi itu hanya dalam rangka penyegaran.

"Hanya rotasi rutin, tidak ada pencopotan. Hanya penyegaran," ujar dia, Jumat (29/8/2025).

3. Nafa Urbach

NAFA URBACH MBG - Nafa Urbach tanggapi soal polemik dari program Presiden Prabowo Subianto terkait makan siang bergizi gratis, ditemui di kawasan Thamrin Jakarta Pusat, Jumat (31/1/2025), Nafa mengaku Komisi IX DPR RI akan Studi Banding ke Afrika untuk tingkatkan program Makan Siang Gratis
NAFA URBACH MBG - Nafa Urbach tanggapi soal polemik dari program Presiden Prabowo Subianto terkait makan siang bergizi gratis, ditemui di kawasan Thamrin Jakarta Pusat, Jumat (31/1/2025), Nafa mengaku Komisi IX DPR RI akan Studi Banding ke Afrika untuk tingkatkan program Makan Siang Gratis (Istimewa)

Seperti Ahmad Sahroni, Nafa Urbach juga tidak terlihat mengunggah hal baru di akun Instagramnya, @nafaurbach.

Ia terakhir kali mengunggah foto ketika menghadiri cek kesehatan di daerah pemilihan (dapil) 6 yang meliputi wilayah Kabupaten Magelang, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Wonosobo, dan Magelang, Jawa Tengah, Minggu (24/8/2025).

Dapil 6 merupakan daerah pemilihan Nafa ketika maju dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024.

"Gerakan masyarakat di dapil 6. Terus semangat nggih, Pak, Bu, jangan lupa cek kesehatan secara berkala," tulisnya.

'Saya dari Bintaro Macetnya Luar Biasa'

Ketika Nafa Urbach membahas soal isu tunjangan rumah Rp50 juta untuk anggota DPR, ia justru menuai kritik.

Sebab, Nafa mengaku tunjangan rumah sangat diperlukan karena banyak anggota DPR berasal dari luar kota, terutama luar Pulau Jawa.

Ia mengaku, selama berangkat dan pulang kerja dari rumahnya di Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, menuju Gedung DPR/MPR di Senayan, Jakrta Pusat, selalu terjebak macet.

Pernyataan Nafa itu dianggap tak sesuai sosok wakil rakyat. Lantaran, alih-alih mencoba menggunakan transportasi umum, ia justru mendukung adanya tunjangan rumah.

"Anggota dewan itu tidak dapat rumah jabatan. Dikarenakan banyak sekali anggota dewan yang dari luar kota, maka dari itu banyak sekali anggota dewan yang kontrak di dekat Senayan," jelas Nafa dalam Instagram Story-nya beberapa waktu lalu, dilansir TribunJabar.id.

"Saya aja yang tinggalnya di Bintaro, itu macetnya luar biasa. Ini udah setengah jam di perjalanan masih macet. Tadi kan udah dilihatin ya, gitu," imbuh dia.

4. Eko Patrio dan Uya Kuya

ANGGOTA DPR RI - Kolase foto Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Uya Kuya sebelah kiri dan Eko Patrio sebelah kanan, saat ditemui di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Kamis (12/12/2024).Tribunnews.com/Fersianus Waku
ANGGOTA DPR RI - Kolase foto Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Uya Kuya sebelah kiri dan Eko Patrio sebelah kanan, saat ditemui di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Kamis (12/12/2024).Tribunnews.com/Fersianus Waku (tribunnews.com)

Dua politisi PAN ini menjadi ramai disindir setelah video anggota DPR berjoget ketika rapat, viral di media sosial.

Joget-joget itu terjadi ketika Sidang Tahunan MPR pada Jumat (16/8/2025).

Dalam video yang beredar, Eko Patrio dan Uya Kuya tampak tertawa lepas dan berjoget kecil di kursi masing-masing.

Di tengah aksi demonstrasi di tanah air, Eko dan istrinya diisukan tengah berada di Guangzhou, Tiongkok.

Di X, beredar foto diduga Eko berada di sebuah pusat perbelanjaan. Sosok itu terlihat mengenakan kemeja kuning yang dipadukan celana hitam.

"Indonesians are protesting while a parliamentary member flees the country—spotted shopping for fake goods in Guangzhou. (Rakyat Indonesia sedang demo, sedangkan anggota dewannya pergi ke luar negeri - terlihat belanja barang palsu di Guangzhou)" cuit @senjatanuklir, Jumat (29/8/2025).

Meski demikian, di hari yang sama ia diisukan berada di Guangzhou, Eko mengunggah ucapan duka cita atas tewasnya Affan Kurniawan di Instagramnya, @ekopatriosuper.

"Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Turut berduka cita yang sedalam-sedalamnya atas wafatnya almarhum Affan Kurniawan, semoga Allah lapangkan kuburnya, dan keluarga yang ditinggalkannya diberikan ketabahan aamiin #usutsecaratuntas," tulis dia.

Senada dengan rekan separtainya, Uya Kuya juga mengunggah ucapan duka cita terhadap Affan.

Ia juga mengunggah video klarifikasinya mengenai dirinya berjoget di Sidang Tahunan MPR.

Uya menyebut aksi joget anggota DPR terjadi ketika Sidang Tahunan MPR sudah ditutup.

Ia juga mengaku, aksi joget dirinya bersama rekan-rekan karena untuk mengharga pemain musik dari Universitas Pertahanan (Unhan).

"Saat mereka membawakan lagu Maumere, kita atau saya ini, dan beberapa teman yang lain bergoyang. Murni hanya untuk menghargai dan mengapresiasi pemain musik. Pada saat itu acara (sidang tahunan) sudah ditutup," jelas dia di Instagram Story.

5. Puan Maharani

DEMO DI DPR - Ketua DPR RI Puan Maharani saat ditemui di Istana Negara, Jakarta, Senin (25/8/2025).
DEMO DI DPR - Ketua DPR RI Puan Maharani saat ditemui di Istana Negara, Jakarta, Senin (25/8/2025). (Tribunnews.com)

Ketua DPR RI, Puan Maharani, melalui surat pernyataannya yang diunggah akun Instagram @dpr_ri, Jumat (29/8/2025), menyatakan ikut berduka cita atas wafatnya Affan Kurniawan.

Ia mendesak kematian Affan agar diusut tuntas. Selain itu, Puan menyebut DPR terus menegaskan komitmen nya untuk mendengar aspirasi rakyat.

"Atas nama seluruh anggota dan pimpinan DPR RI, Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan doa agar almarhum diterima amal ibadahnya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan."

"DPR RI meminta agar Kapolri dan jajaran terkait mengusut tuntas dan transparan kejadian ini. DPR RI juga menegaskan komitmen untuk membuka ruang komunikasi yang sehat, mendengar aspirasi rakyat, dan mencegah tragedi serupa terjadi lagi," urai Puan.

Janji Buka Ruang Aspirasi Selebar-lebarnya

Ketika kembali terpilih menjadi Ketua DPR RI periode 2024-2029 pada 1 Oktober 2024, Puan Maharani berjanji akan membuka ruang aspirasi bagi rakyat.

"DPR akan membuka ruang pintu aspirasi rakyat selebar-lebarnya dan menampung aspirasi rakyat itu untuk kemudian ditindaklanjuti sesuai dengan mekanisme yang ada di DPR," kata dia, dilansir Kompas.com.

Janji itupun ditagih massa ketika aksi demonstrasi berlangsung pada Senin (25/8/2025).

Massa mendesak agar pintu DPR dibuka untuk pendemo. Mereka juga meminta wakil rakyat bertemu massa untuk mendengar tuntutan yang disampaikan.

"Harapan kami perwakilan dari DPR hadir menemui massa aksi karena kemarin statement daripada Bu Puan Maharani, mengatakan silahkan datang ke gedung DPR pintu terbuka lebar untuk menyampaikan kritik dan saran."

"Maka hari ini kita yakin kan kita datang di sini dibuka (Gedung DPR). Namun kita lihat bersama-sama kita dibenturkan dengan pihak kepolisian seperti itu," tutur mahasiswa dari Universitas Indraprasta PGRI (Unindra), Senin.

(Tribunnews.com/Pravitri Retno W/Hasanuddin Aco/Yohanes Liestyo/Farryanida Putwiliani, Kompas.com/Nicholas Ryan)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan