Rabu, 3 Juni 2026

Demonstrasi di Berbagai Wilayah RI

Aktivis 98 Sarankan Sri Mulyani dan Kapolri Mundur: Itu Lebih Terhormat

Aktivis reformasi 1998, Ubedilah Badrun, menyarankan Sri Mulyani dan Kapolri mundur diri dari jabatannya.

Tayang:
Penulis: Rakli Almughni
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
Tribunnews/JEPRIMA
AKTIVIS 98 - Foto aktivis reformasi 1998 sekaligus akademisi Universitas Negeri Jakarta, Ubedilah Badrun, saat menjadi narasumber Podcast Tribun Corner di Gedung Tribun, Jakarta Pusat, Jumat (21/1/2022). Ubedilah Badrun, menyarankan Menteri Keuangan, Sri Mulyani, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengundurkan diri dari jabatannya masing-masing. 

Menurut Ubed, masyarakat juga kurang puas terhadap kinerja Sri Mulyani selama ini.

"Di saat yang sama, secara ideologi ekonomi kan Sri Mulyani mungkin adalah menteri yang banyak utang. Mungkin (kebijakan) kurang berpihak pada rakyat. Tapi yang menjadi beban negara sebenernya kan utang banyak sekali sehingga kita masih membayar bunga utang saja sampai angsuran bisa hampir 1000 triliun.," jelasnya.

Hal serupa juga ditujukan Ubedilah Badrun kepada Kapolri, di mana ada peristiwa seorang driver ojek online (ojol) Affan Kurniawan tewas dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob.

Menurut Ubed, jika Kapolri merasa bersalah akan peristiwa itu maka seharusnya ia harus mundur dari jabatannya.

"Menurut saya, elit politik kita miskin etik. Para elit perlu belajar juga pada Jepang. Manusia Jepang itu manusia etik. Sejak bersalah sedikit saja itu langsung mundur," kata Ubed.

"Kapolri tidak perlu menunggu diberhentikan presiden. Kalau dia punya etik yang kuat, dia menyatakan mundur dari jabatan," imbuhnya.

Apa saja tuntutan pendemo?

Gelombang demonstrasi yang berlangsung sejak 28 Agustus 2025 dipicu oleh kematian pengemudi ojol dalam aksi unjuk rasa di Pejompongan, Jakarta Pusat, serta isu kenaikan tunjangan DPR dan tuntutan buruh. 

Aksi yang awalnya berlangsung damai berubah menjadi kerusuhan di sejumlah kota, termasuk pembakaran Gedung Negara Grahadi di Surabaya dan perusakan fasilitas umum di Jakarta.

Muncul sebuah unggahan yang viral bertajuk “17+8 Tuntutan Rakyat” sebagai tuntutan pendemo.

Baca juga: Eks Kadivhubinter Polri Marah Affan Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob: Ganti Aja Kapolrinya

Unggahan tersebut diinisiasi oleh sejumlah influencer dan figur publik seperti Jerome Polin, Salsa Erwina Hutagalung, Fathia Izzati, Abigail Limuria, Andovi Da Lopez, hingga Andhyta F. Utami.

Dokumen ini membagi tuntutan menjadi dua kategori besar yakni tuntutan 1 minggu (deadline 5 September 2025) dan tuntutan 1 tahun (deadline 31 Agustus 2026).

Berikut daftar lengkap 17+8 Tuntutan Rakyat yang kini ramai diperbincangkan publik:

TUNTUTAN RAKYAT DALAM 1 MINGGU (Deadline: 5 September 2025)

Tugas Presiden Prabowo Subianto

1. Tarik TNI dari pengamanan sipil dan pastikan tidak ada kriminalisasi demonstran.
2. Bentuk Tim Investigasi Independen kasus Affan Kurniawan, Umar Amarudin, maupun semua korban kekerasan aparat selama demonstrasi 28-30 Agustus dengan mandat jelas dan transparan.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved