Sabtu, 25 April 2026

Presiden Prabowo: Tidak Ada Rasa Kasihan untuk Pejabat Nakal

Presiden Prabowo menegaskan dirinya selalu memprioritaskan kepentingan rakyat dan berusaha untuk memaksimalkan setiap program prioritas.

Editor: Content Writer
Tangkapan Layar Youtube UKRI Tv
SIDANG SENAT TERBUKA - Presiden Prabowo menghadiri Sidang Senat Terbuka, Pengukuhan Mahasiswa Baru, Wisuda Sarjana, Dies Natalis Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (18/10/2025). 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden RI, Prabowo Subianto, berpesan kepada generasi muda untuk berani menjadi pemimpin yang amanah dan mencintai rakyatnya. Ia menegaskan agar tidak pernah takut kepada koruptor dan selalu memiliki rasa kasihan kepada rakyat.

Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam pidatonya saat menghadiri prosesi Sidang Senat Pengukuhan Mahasiswa Baru serta Wisuda Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) di Trans Convention Bandung, Sabtu (18/10).

Prabowo menjelaskan, butuh keberanian dalam memimpin dan membuat program-program yang berpihak kepada rakyat. Ia mencontohkan salah satu program unggulan yang kini manfaatnya telah dirasakan masyarakat, yakni Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang telah menjangkau lebih dari 36 juta penerima manfaat.

Program ini juga telah menyerap ratusan ribu tenaga kerja di 12.205 dapur MBG, serta memberdayakan petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil menengah untuk memasok bahan baku ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Ini prestasi yang tidak kecil, dan kita sedang dibicarakan di dunia internasional,” ujar Prabowo.

Baca juga: Momen Hangat Prabowo di Bandung: dari Lego Spesial hingga Lagu Kasih Ibu

Presiden menegaskan dirinya selalu memprioritaskan kepentingan rakyat. Berapa pun anggaran yang dibutuhkan akan didukung penuh agar program-program yang digulirkan benar-benar berjalan maksimal. Jika ada pihak yang coba bermain-main, Presiden menegaskan tidak akan ragu untuk bertindak tegas.

“Kalau ada satu dua nakal, saya peringati masih nakal, masih gak mau dengar, tiga kali, apa boleh buat, reshuffle. Harus diganti,” tegasnya. 

Prabowo menegaskan tidak perlu mengasihani pejabat yang tidak bisa bekerja, apalagi yang menyia-nyiakan amanah.

“Tidak boleh ada rasa kasihan. Yang kasihan rakyat Indonesia. Saya enggak apa-apa dibenci, asal rakyat saya tidak dibenci,” tambahnya. 

Presiden juga selalu mewanti-wanti jajarannya agar berhati-hati dalam mengelola anggaran untuk program-program kesejahteraan rakyat. Jika terjadi penyelewengan, ia tidak akan menoleransi sedikit pun.

“Kalau maling-maling manipulator, penipu-penipu serakah, saya beri peringatan mereka hati-hati uangnya banyak. Saya akan hadapi koruptor-koruptor itu. Saya yakin rakyat indonesia di belakang saya,” tutupnya.

Baca juga: Kata Prabowo soal MBG: Kita Mau Zero Error walaupun Sangat Sulit

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved