Program Makan Bergizi Gratis
30 Ribu Petugas Dapur SPPG Jalani Bimtek BGN, Diajari Penggunaan Rapid Test Makanan
kegiatan sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan profesionalitas tenaga penjamah demi program Makan Bergizi Gratis (MBG).Hal itu guna cegah keracunan
8. Pemasangan CCTV di dapur SPPG untuk menjamin transparansi dan pengawasan proses produksi.
9. Kepatuhan terhadap Standard Operating Procedure (SOP) sebagai dasar tata kelola layanan yang profesional dan akuntabel.
10. Penguatan edukasi dan monitoring berkelanjutan untuk menjaga mutu pelayanan MBG.
Melalui pelaksanaan bimtek serentak ini, BGN berharap terbentuk jaringan penjamah pangan yang kompeten, beretika, dan berdedikasi
“Dari dapur SPPG inilah kita menyiapkan generasi cerdas, sehat,dan berdaya saing,” ujarnya.
Baca juga: Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Golkar Minta Perbaiki Tata Kelola Program MBG
Diketahui jumlah korban keracunan akibat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus bertambah, mencapai lebih dari 9.000 orang per Kamis (2/10/2025). Meski sejumlah pihak mendorong moratorium, Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan program tetap berjalan atas arahan Presiden Prabowo Subianto, yang menyebut persentase insiden sangat kecil dibanding total penerima manfaat.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dimulai pada 6 Januari 2025 secara serentak di seluruh wilayah Indonesia. Program ini dilaksanakan melalui Badan Gizi Nasional (BGN). Program ini bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi masyarakat Indonesia, khususnya anak-anak sekolah dan kelompok rentan, serta mendorong kualitas belajar siswa.
Program ini ditargetkan untuk dapat mencakup hingga 82,9 juta penerima manfaat pada akhir tahun 2029.
Baca juga: Kata Prabowo soal MBG: Kita Mau Zero Error walaupun Sangat Sulit
Presiden Prabowo Subianto saat Munas VI PKS menyebut dari 30 juta penerima manfaat MBG jumlah kasus keracunan yang terjadi di bawah satu persen, atau 0,0017 persen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Bimtek-BGN-cegah-keracunan-MBG.jpg)