Gelar Pahlawan Nasional
Sekjen Golkar Respons Soal Soeharto Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional: Pak Harto Punya Jasa Besar
Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji mengatakan, jasa Presiden ke-2 RI Soeharto sangat besar untuk bangsa Indonesia.
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji mengatakan, jasa Presiden ke-2 RI Soeharto sangat besar untuk bangsa Indonesia.
Sarmuji tak memungkiri adanya perbedaan pendapat mengenai usulan Soeharto menjadi pahlawan nasional.
Ia menilai, perbedaan pendapat atas usulan tersebut sangat wajar.
Sebab, setiap tokoh memiliki sisi pro dan kontra.
"Namun, perbedaan pandangan itu tidak bisa menghapus kenyataan bahwa Pak Harto memiliki jasa besar bagi bangsa ini,” kata Sarmuji kepada wartawan, Selasa (21/10/2025).
Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur VI tersebut menegaskan, generasi saat ini mungkin tidak dapat membayangkan kondisi ekonomi Indonesia sebelum Soeharto memimpin.
Baca juga: Kemensos Kawal Proses Marsinah Jadi Pahlawan Nasional, Wamensos Agus Jabo: Martir Perjuangan Buruh
“Dari kisah orang tua kami dan catatan sejarah, kondisi saat itu sangat berat, banyak rakyat yang kesulitan memperoleh pangan,” ungkapnya.
Menurut dia, kepemimpinan Soeharto membawa perubahan besar dalam waktu relatif singkat, terutama di bidang ketahanan pangan dan pembangunan ekonomi.
“Di bawah kepemimpinan Pak Harto, situasi itu berubah drastis. Indonesia bukan hanya keluar dari krisis pangan, tetapi juga sempat mencapai swasembada yang membanggakan,” ucap Sarmuji.
Sarmuji menjelaskan, Golkar sejak lama menilai Soeharto layak mendapat gelar Pahlawan Nasional.
Baca juga: Jelang Hari Pahlawan, Bamsoet Ingatkan Pemberian Gelar Pahlawan untuk Soeharto
Bahkan, keputusan Musyawarah Nasional Luar Biasa Partai Golkar di Bali pada 2016, secara resmi merekomendasikan hal tersebut.
Ia berharap, usulan Kementerian Sosial kali ini dapat melanjutkan semangat tersebut dan menempatkan Soeharto sebagai bagian penting dari perjalanan bangsa yang patut diapresiasi secara objektif dan berimbang.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyerahkan berkas 40 nama usulan untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional kepada Menteri Kebudayaan (Menbud) sekaligus Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan tanda Kehormatan (GTK) Fadli Zon.
Beberapa nama yang tercantum dalam berkas tersebut, adalah Presiden ke-2 RI Soeharto, Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), serta tokoh buruh Marsinah.
Gus Ipul mengatakan, usulan nama-nama ini telah dibahas selama beberapa tahun terakhir ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/sarmuji-bimtek.jpg)