Lima Anak Muda Ubah Akses Kesehatan, Pendidikan, dan Lingkungan di Lima Wilayah Indonesia
Lima anak muda ubah akses hidup warga lewat teknologi, edukasi, dan lingkungan. Dari Sumut hingga NTT, solusi lokal hadir untuk masalah nasional.
Dewan juri tahun ini terdiri dari akademisi, aktivis, pakar teknologi, dan pegiat seni, termasuk Prof. Nila Moeloek, Prof. Fasli Jalal, Ir. Tri Mumpuni, Onno W. Purbo Ph.D., Arif Zulkifli, Dian Sastrowardoyo, Billy Boen, Raline Shah, Diah Suran Febrianti, dan Windy Riswantyo.
Meski kelima inisiatif menunjukkan dampak sosial yang terukur, tantangan tetap menyertai proses di lapangan. Beberapa program menghadapi keterbatasan pendanaan, resistensi lokal, hingga kebutuhan adaptasi teknologi di wilayah terpencil. Penyelenggara menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan agar inovasi anak muda tidak berhenti pada apresiasi, melainkan terus berkembang dan menjangkau lebih banyak komunitas secara inklusif dan relevan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Lima-anak-muda-lima-daerah-menerima-penghargaan-SATU-Indonesia-Awards-2025-di-Jakarta.jpg)