Rabu, 29 April 2026

Pensiunan Polisi Jadi Dirjen KKP, Ini Kata Pengamat

Pensiunan aparat kepolisian ke dalam jabatan strategis di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali menjadi pusat perhatian. 

Tayang:
Penulis: willy Widianto
Editor: Wahyu Aji
IST
JABATAN STRATEGIS - Pengamat Politik sekaligus Direktur Institute for Strategic Political Insight (ISPI) Moh Ilyas. Dosen Ilmu Politik Universitas Jakarta (Unija) ini bicara penempatan pensiunan aparat kepolisian ke dalam jabatan strategis di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali menjadi pusat perhatian.  
Ringkasan Berita:
  • Pengamat politik Mohammad Ilyas menilai penempatan pensiunan polisi di jabatan strategis Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menghambat meritokrasi.
  • Ia menegaskan bahwa KKP membutuhkan pemimpin teknokratis dengan keahlian akademik dan teknis.
  • Ilyas mengusulkan tiga langkah terkait penempatan pensiunan polisi di KKP.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Praktik penempatan pensiunan aparat kepolisian ke dalam jabatan strategis di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali menjadi pusat perhatian. 

Pengamat Politik sekaligus Direktur Institute for Strategic Political Insight (ISPI), Mohammad Ilyas, menyebut pola rekrutmen tersebut dinilai menghambat regenerasi profesional muda yang kompeten di sektor kelautan dan perikanan.

Menurut Dosen Ilmu Politik Universitas Jakarta (Unija) ini, KKP saat ini membutuhkan kepemimpinan teknokratis, bukan hanya posisi administratif yang dapat diisi siapa saja tanpa relevansi kompetensi sektoral.

“Ini bukan soal hormat atau tidak hormat kepada mantan polisi. Ini soal kompetensi, relevansi jabatan, dan arah tata kelola sektor kelautan. Ketika posisi strategis terus diisi oleh mantan aparat, pesan yang muncul ke publik sangat jelas: meritokrasi tidak bekerja,” ujar Ilyas kepada wartawan, Selasa(25/11/2025).

Ia menegaskan bahwa sektor kelautan dan perikanan merupakan salah satu tulang punggung masa depan ekonomi nasional, terutama melalui konsep Ekonomi Biru, hilirisasi maritim, modernisasi perikanan tangkap, dan digitalisasi tata niaga hasil laut hal-hal yang membutuhkan keahlian teknis, akademik dan strategis, bukan sekadar pengalaman dalam struktur komando.

Lebih lanjut, Ilyas menambahkan talenta muda Indonesia di bidang kelautan sebenarnya melimpah. Banyak lulusan terbaik perikanan, oseanografi, kebijakan publik, ekonomi maritim, bahkan teknologi kelautan yang siap berkontribusi.

"Tapi jika pola rekrutmen jabatan berbasis koneksi bukan kompetensi tetap dipertahankan, maka generasi itu hanya akan jadi penonton," ujar Ilyas.

Ia juga menilai ada tiga langkah mendesak yang harus dilakukan KKP: Pertama evaluasi menyeluruh jabatan strategis yang saat ini diisi oleh mantan aparat kepolisian, khususnya yang tidak memiliki latar belakang akademik ataupun pengalaman langsung di sektor kelautan dan perikanan.

Kemudian membuka seleksi terbuka berbasis meritokrasi, yang memberikan ruang bagi akademisi muda, profesional industri perikanan, dan talenta teknokratis.

"Selain itu juga menegakkan transparansi birokrasi, termasuk alasan pengangkatan jabatan dan parameter kompetensi yang digunakan," kata Ilyas.

Ilyas memperingatkan bahwa mempertahankan pola ini akan berdampak serius.

Salah satunya kinerja kebijakan sektor kelautan akan stagnan, ruang inovasi akan lumpuh, dan kepercayaan publik terhadap birokrasi akan semakin melemah.

“Jika Indonesia ingin menjadi Poros Maritim Dunia, maka birokrasi sektor maritim tidak boleh lagi dikelola seperti ruang pensiun bagi aparat. Negara butuh profesional, bukan sekadar loyalis,” tegasnya.

Sebelumnya KKP mengangkat Lotharia Latif yang notabene seorang pensiunan Polri sebagai Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan KKP RI.

Baca juga: Seperti Polisi, Aturan Tentara Boleh Duduki Jabatan Sipil Juga Dipersoalkan di MK, Pemohonnya Sama

Pengangkatan pensiunan Polri sebagai Dirjen di KKP ini menuai kritik, karena dinilai tidak profesional dan tidak menghargai regenerasi.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved