Kamis, 14 Mei 2026

Mushola Ambruk di Sidoarjo

Ponpes Al Khoziny Dibangun Lagi, Cak Imin: Semua Pesantren di Jatim Diundang saat Groundbreaking

Muhaimin Iskandar mengundang semua pesantren di Jatim menghadiri grounbreaking pembangunan kembali Al Khoziny.

Tayang:
Penulis: Febri Prasetyo
Editor: Endra Kurniawan
Tangkapan layar YouTube Kompas TV
GROUNDBREAKING - Menteri Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menghadiri acara peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan kembali Pondok Pesantren Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur, Kamis, (11/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Pembangunan kembali Ponpes Al Khoziny resmi dimulai dengan dilakukannya peletakan batu pertama.
  • Menteri Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menyempatkan hadir dalam groundbreaking.
  • Cak Imin mengimbau masyarakat dan pemerintah untuk bersama-sama melakukan audit dan evaluasi atas prasarana dan sarana siswa.

 

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menghadiri acara peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan kembali Pondok Pesantren Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur, Kamis, (11/12/2025).

Sebelumnya, bangunan musala di kompleks Al Khoziny ambruk pada hari Senin, (29/9/2025). Tragedi itu menyebabkan 171 orang menjadi korban, dengan rincian 104 korban selamat dan 67 korban tewas.

Pembangunan ulang Al Khoziny menggunakan dana sebesar Rp125,3 miliar. Cak Imin mengonfirmasi bahwa semua biaya pembangunan berasal dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Akan ada pembangunan asrama santri dan ruang pendidikan setinggi 5 lantai. Di samping itu, akan dibangun pula asrama santri dan ruang pendidikan dengan lima lantai.

“Ini momentum untuk bersama-sama mengingatkan perlunya kolaborasi pemerintah, lembaga pendidikan, khususnya pesantren, dan lembaga-lembaga pendidikan mana pun,” kata Cak Imin kepada awak media setelah groundbreaking.

Cak Imin mengimbau masyarakat dan pemerintah untuk bersama-sama melakukan audit dan evaluasi atas prasarana dan sarana siswa.

“Kita ingin menjadikan momentum ini sebagai kesempatan. Saya undang semua pesantren se-Jawa Timur. Tadi hadir dari berbagai daerah," kata dia.

"Semua berkomitmen bahwa kita akan terus melakukan perbaikan secara terencana sehingga tidak ada kecelakaan, rasa tidak aman, kemudian perlindungan yang harus kuat kepada para siswa, santri, di seluruh Indonesia."

Menkeu setujui APBN digunakan untuk pembangunan Al Khoziny

Beberapa waktu lalu, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya menyetujui pembangunan ulang bangunan Al Khoziny.

Hal ini diungkap Purbaya setelah dia menemui Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo dalam rangka pembahasan penyerapan anggaran KemenPU, Jumat, (17/10/2025).

Baca juga: Bangunan Ambruk di Ponpes Al Khoziny Segera Dibangun Lagi di Tempat Baru, Dibiayai APBN

Purbaya menyebut pembangunan Ponpes Al Khoziny menggunakan APBN ini akan bisa dilakukan setelah Menteri Koordinator (Menko) Pemberdayaan Masyarakat (PM) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengumumkannya sendiri.

"Jadi tadi ada meeting sebetulnya antara Pak Menteri PU Mensesneg, Pak Muhaimin dan beberapa menteri yang lain ya. Cuman saya enggak datang ke meeting itu rupanya karena saya salah informasi ya."

"Jadi belum putus. Tapi tadi kami kira-kira putusannya clear. Hanya tinggal laporan ke Menteri Pak Muhaimin saja nanti beliau yang umumkan," kata Purbaya dalam konferensi persnya bersama  Dody Hanggodo, Jumat (17/10/2025), dilansir dari Kompas TV.

Purbaya menyebut dia sebenarnya tidak mempermasalahkan penggunaan APBN untuk rekonstruksi Al Khoziny karena dia sebagai Menkeu hanya memiliki kewajiban untuk memastikan APBN digunakan secara tepat sasaran dan tepat waktu.

"Kalau saya sih lampunya hijau terus kan mode-modenya mode belanja asal belanjanya pas tempat sasaran, tepat waktu."

"Untuk saya sih enggak ada masalah kalau menteri apa Pak Muhaimin setuju tapi keputusan bukan di saya, di Pak Muhaimin."

"Tapi yang jelas PU sanggup, saya sanggup tinggal Pak Muhaimin aja sanggup enggak?" kata Purbaya.

(Tribunnews/Febri/Puput)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved