Limbah Sawit Disulap Jadi Bahan Cetak untuk Industri Manufaktur
Tim peneliti Politeknik Negeri Media Kreatif mengembangkan filamen 3D printing ramah lingkungan berbasis limbah tandan kosong kelapa sawit.
Meski demikian, aspek kualitas, ketahanan, dan stabilitas harga masih perlu diuji sebelum diproduksi secara massal.
Saat ini, tim peneliti Polimedia masih melakukan pengujian lanjutan untuk memastikan kestabilan dan kompatibilitas filamen dengan berbagai mesin 3D printing.
Baca juga: Ubah Limbah Sawit Jadi Listrik Hijau, PLTBg Sei Mangkei Sabet Sertifikat Pengurangan Emisi
Penelitian ini direncanakan berlangsung selama dua tahun, yakni 2025–2026, dan didanai melalui program Grant Riset Sawit yang dikelola oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Dr-Handika-Rahmayati-MSi.jpg)