Polemik Beasiswa LPDP
Mahfud MD ke Tyas Alumni LPDP: Saya Marah kepada Anda, tapi Saya Paham yang Anda Ucapkan Fakta
Mahfud mengaku marah atas pernyataan Tyas alumni LPDP. Namun, dia juga memahami bahwa apa yang membuat Tyas kecewa merupakan fakta.
Ringkasan Berita:
- Mahfud MD marah atas pernyataan Tyas alumni LPDP yang viral yakni 'cukup aku saja yang WNI, anakku jangan'.
- Dia menegaskan agar Tyas tetap cinta Indonesia meski banyak permasalahan yang tengah dihadapi.
- Kendati demikian, dia juga memahami bahwa pernyataan Tyas itu dilandaskan kekecewaan terhadap pemerintah.
- Mahfud pun mengimbau bahwa apa yang dilakukan Tyas menjadi koreksi agar pemerintah melakukan perbaikan dalam membuat kebijakan.
TRIBUNNEWS.COM - Pakar hukum tata negara sekaligus eks Menkopolhukam, Mahfud MD, mengaku marah terhadap alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Dwi Sasetyaningtyas, yang dianggap telah menghina Indonesia.
Diketahui, sosok yang akrab disapa Tyas itu menjadi sorotan setelah viral pernyataannya yakni 'cukup aku saja yang WNI, anakku jangan'.
Ucapan Tyas itu terlontar dalam sebuah video yang diunggah olehnya sembari memperlihatkan dokumen yang menyatakan anaknya resmi menjadi warga negara Inggris.
Ternyata, video tersebut pun dianggap menghina Indonesia dan Tyas juga dicap sebagai sosok 'kacang lupa kulitnya'.
Pasalnya, dirinya notabene sebagai penerima beasiswa LPDP yang sumber biayanya berasal dari negara tetapi justru menjelek-jelekan Tanah Air.
Tak sampai di situ, video Tyas juga merembet ke suaminya, Arya Pamungkas Irwantoro yang disanksi oleh pihak LPDP untuk mengembalikan seluruh bantuan pendidikan yang diterimanya.
Baca juga: Kontribusi Dwi Sasetyaningtyas untuk Indonesia, Tere Liye Sentil Penghujat Alumni LPDP Ini
Senada dengan Tyas, Arya juga penerima beasiswa LPDP. Namun, sanksi yang dijatuhkan kepaa Arya tidak terkait dengan video sang istri.
Sanksi tersebut berkaitan dengan Arya yang melanggar aturan di mana dirinya tidak kembali ke Indonesia meski telah lulus.
Kembali lagi ke pernyataan Mahfud, kemarahannya karena Tyas justru menghina Indonesia meski sebenarnya kesuksesan yang dicapainya saat ini juga ada andil dari negara.
Dia pun menasehati Tyas agar tidak pernah lelah untuk cinta dengan Tanah Air meski banyak permasalahan tengah terjadi.
"Saya mendengar (pernyataan Tyas) itu marah dan itu bertentangan dengan prinsip yang selalu saya katakan yaitu jangan pernah lelah mencintai Indonesia. Sepertinya, dia lelah ini," katanya dikutip dari YouTube Mahfud MD, Rabu (25/2/2026).
"Saya marah orang lalu tidak suka kepada Indonesia. Padahal dia sendiri itu mendapatkan kenikmatan karena Indonesia, lalu dia melecehkan Indonesia di depan publik dengan begitu parah dan menyakitan bagi kita," sambung Mahfud.
Kendati marah, Mahfud mengatakan bahwa viralnya sosok Tyas ini juga menjadi koreksi bagi pemerintah dalam membuat kebijakan.
Menurutnya, Tyas telah sampai pada puncak kekecewaannya terhadap pemerintah hingga berujung anaknya tidak ingin berstatus sebagai WNI.
Mahfud juga mengatakan pernyataan Tyas ini memiliki kesamaan dengan gerakan tagar #KaburAjaDulu yang sempat viral beberapa waktu lalu.